Produsen Tahu di Sidoarjo Dipasok Kayu Bakar Gratis Selama 3 Bulan

Kompas.com - 13/12/2019, 09:57 WIB
Pekerja pabrik tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, memasukkan limbah plastik impor sebagai bahan bakar pengganti kayu, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANPekerja pabrik tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, memasukkan limbah plastik impor sebagai bahan bakar pengganti kayu, Selasa (26/11/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Temuan kandungan dioksin pada telur ayam di pusat pembuatan produsen tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, mengundang simpati bayak pihak.

Sebuah perusahaan kertas di Surabaya rela memasok kayu bakar secara gratis kepada produsen tahu di desa tersebut secara gratis selama 3 bulan sejak akhir November lalu.

"Harapan kami agar para produsen tahu di Desa Tropodo beralih dari menggunakan plastik ke kayu demi kelestarian lingkungan," kata General Affair Manajer PT Suparma Tbk, Yustio Hadi, Jumat (13/12/2019).

Baca juga: Pengusaha Tahu di Sidoarjo Janji Tak Lagi Gunakan Limbah Plastik, Asal...

Setiap dua hari sekali, pihaknya mengirim satu unit mobil pick up dengan volume kayu bakar seberat 600 sampai 700 kilogram untuk untuk dimanfaatkan secara gratis oleh produsen tahu di desa tersebut.

"Sementara ini, kami jatah sampai tiga bulan ke depan, semoga bisa membantu produsen tahu di Desa Tropodo, syukur-syukur mereka bisa merubah pola pembakaran pada produksi tahu dengan kayu," ujarnya.

Suplai kayu bakar tersebut kata Yustio merupakan bentuk Corporate Social Responbility (CSR) perusahaan kepada fakta lingkungan yang berkembang selama ini di wilayah produsen tahu tersebut.

"Kami harap perusahaan-perusahaan lain juga ikut melakukan hal yang sama sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan," terangnya.

Baca juga: Khofifah Minta Pertamina dan PGN Bantu Produsen Tahu di Tropodo Konversi Bahan Bakar

Seorang produsen tahu dari desa Tropodo bernama Zainal Arifin, mengaku sudah mulai beralih menggunakan kayu sebagai bahan bakar pembuatan tahu, meski harus menambah ongkos produksi dari Rp 200.000 dalam sehari, menjadi Rp 350.000.

Kata Zainal, meski belum banyak, sudah ada beberapa produsen yang saat ini mulai beralih pasca gencarnya pemberitaan tentang kandungan dioksin dalam telur ayam di Desa Tropodo.

Menurut Zainal, penggunaan sampah plastik sebagai bahan baku pembakaran proses produksi tahu  sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu.

"Setiap pagi dan siang, langit seperti mendung karena banyak asap hasil pembakaran plastik," katanya saat meninjau produksi tahu dengan bahan bakar kayu di Surabaya, Kamis kemarin.

Sekadar diketahui, hasil riset gabungan lembaga pemerhati lingkungan asing dan Indonesia menyebut telur ayam di Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo mengandung dioksin.

Dioxin diketahui bahan kimia yang sangat beracun yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar kita. Bahan kimia beracun itu biasanya dihasilkan dari proses pembakaran, seperti pembakaran sampah komersial atau penggunaan bahan bakar.

Senyawa tersebut kemudian terkumpul dalam konsentrasi tinggi di tanah dan sedimen. Dioxin merupakan polutan yang dikenal dapat menyebabkan penyakit kanker, parkinson, hingga cacat saat lahir.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X