Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Kompas.com - 12/12/2019, 22:20 WIB
Nadia Lovika (18) dan Vika Launa (11) dua saudara yang mengalami penyakit kulit langkah, Selasa (10/12/2019). ISTIMEWANadia Lovika (18) dan Vika Launa (11) dua saudara yang mengalami penyakit kulit langkah, Selasa (10/12/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Nadia Lovika (18) dan Vika Launa (11), kakak beradik yang menderita penyakit trisomi 9 parsial atau kromosom 9, hanya bisa mengurung diri di rumah.

Setiap terkena matahari atau berkeringat, kulit keduanya akan melepuh.

Penyakit langka ini telah menggerogoti tubuh Nadia dan Vika sejak lahir.

Mulanya, Yunani (37) ibu dari Nadia mengira tanda merah di kaki anaknya tersebut adalah tanda darah.

Namun, ketika dibedong usai mandi, tanda itu malah melekat dikain dan membuat Nadia menangis.

Baca juga: Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Yunani bersama suaminya, Zahril Hamid (39) sempat berupaya mencari pengobatan untuk putrinya tersebut dengan membawanya ke bidan desa setempat.

Namun, penyakit tersebut tak kunjung sembuh. Bahkan kulit nadia semakin melepuh seperti terkena panas.

Zahril mengatakan, saat berusia empat tahun, Nadia masih bisa berjalan bahkan pergi sekolah untuk belajar seperti anak pada umumnya.

Walaupun pada waktu itu kulitnya sudah mengalami penyakit tersebut.

Namun, semakin lama rupanya penyakit itu menggerogoti kulit Nadia sampai membuatnya tak mampu lagi berdiri.

Jari-jari tangannya pun menempel satu sama lain akibat kulit yang melepuh.

"Anak saya hanya sekolah sampai kelas 4 SD. Setelah itu tidak sekolah lagi, karena sakitnya semakin parah," kata Zahril, yang merupakan warga Dusun I Desa Merbau, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kamis (12/12/2019).

Tak hanya Nadia, putri keduanya yakni Vika Launa (11) juga mengalami hal yang sama ketika lahir.

Zahril harus menjual seluruh hartanya mulai dari kebun sampai tanah untuk berobat kedua putrinya. 

Saat ini Zahril membutuhkan uluran tangan bagi siapapun yang ingin membantunya untuk kesembuhan Nadia dan Vika.

Baca juga: Kakak Beradik Asal Sumsel yang Kulitnya Melepuh Terkena Matahari Butuh Bantuan

 

Sebab, Zahril sudah tidak lagi bekerja sebagai buruh sadap karet semenjak anaknya sakit.

"Kalau makan kami seadanya. Di Palembang kami kos, dua minggu sekali bayar Rp 300.000. Kami hanya sewa kosan satu kamar untuk berempat," ucap Zahril.

Kompas.com menggalang dana untuk Nadia dan Vika. Mari bantu meringankan beban berat keluarga Zahril. Salurkan bantuan Anda melalui Kitabisa.com di:

 

https://kitabisa.com/campaign/nadiavikabisapulih



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Jadi Korban Arisan dan Investasi Fiktif Beromzet Rp 200 Juta, Ibu-ibu Laporkan Istri Polisi

Diduga Jadi Korban Arisan dan Investasi Fiktif Beromzet Rp 200 Juta, Ibu-ibu Laporkan Istri Polisi

Regional
Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Regional
7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X