Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Kompas.com - 12/12/2019, 19:31 WIB
Terdakwa Kurnadie, mantan Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Rabu (30/10/3019), menjalani sidang di Pengafilan Negeri Tipikor Mataram, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi atas kasus suap Rp 1,2 milyar, terkait kasus penyalahgunaan ijin tinggal WNA di Lombok Barat. FITRI RTerdakwa Kurnadie, mantan Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Rabu (30/10/3019), menjalani sidang di Pengafilan Negeri Tipikor Mataram, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi atas kasus suap Rp 1,2 milyar, terkait kasus penyalahgunaan ijin tinggal WNA di Lombok Barat.

MATARAM, KOMPAS.com- Tuntutan tujuh tahun penjara untuk mantan Kepala Imigrasi Kelas I A Mataram, Kurnadie dan lima tahun penjara untuk anak buahnya, Kasi Inteldakim non aktif Kantor Imigrasi Mataram, Yusriansyah Fazrin,  bukan tanpa alasan.

Alasan utamanya adalah keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi dan menyalahgunakan kewenangannya sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Meski demikian, Imam Sofyan, kuasa hukum Kurnadie, Kamis (12/12/2019), tetap akan mengupayakan pembelaan untuk Kurnadie.

Begitu juga dengan kuasa hukum Yusriansyah, Salahuddin Gafar.

"Kami akan siapkan pembelaan sebaik mungkin, nanti tunggu pekan depan saja," kata Imam, saat dihubungi.

Baca juga: Kasus Suap, Mantan Kepala Imigrasi Mataram Dituntut 7 Tahun Penjara

Dasar tuntutan yang dibeberkan JPU KPK dalam persidangan, Rabu (11/12/2019), bahwa selain memuluskan langkah atasanya menerima suap sebesar Rp 1,2 miliar, Yusriansyah juga menerima bagian dari uang suap itu.

Jika terdakwa Kurnadie menerima Rp 800 juta, dan dikembalikan Rp 150 juta oleh istri terdakwa, demikian juga dengan Yusriansyah menerima Rp 300 juta.

Hanya saja Rp 299 juta telah dikembalikan, masing masing Rp 80 juta oleh istri terdakwa, Rp 255 juta disita dari terdakwa, dengan rincian penyitaan Rp 3 juta hingga 85 juta.

Dalam dakwaan, disebutkan terdakwa juga menerima uang Rp 100 juta, dimana Rp 84 juta diberikan atau dibagi-bagikan kepada para pejabat Imigrasi Mataram.

Selain uang suap dari Liliana Hidayat yang diterima Kurnadie,  berdasarkan fakta hukum dalam tuntutan jaksa, terkuak bahwa mantan Kepala Imigrasi itu kerap menerima uang dari pungutan tidak resmi atau pungutan liar, atas jasa pelayanan dari masing masing seksi di Kantor Imigrasi Mataram.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KKB Pilih Intan Jaya Sebagai Wilayah Perang Terbuka dengan TNI-Polri, Ini Alasannya

KKB Pilih Intan Jaya Sebagai Wilayah Perang Terbuka dengan TNI-Polri, Ini Alasannya

Regional
Ini Alasan Hotel di Padang Tetap Buka meski 23 Karyawan Positif Corona

Ini Alasan Hotel di Padang Tetap Buka meski 23 Karyawan Positif Corona

Regional
Warga Tasikmalaya Diminta Bersiap untuk Pembebasan Lahan Tol Gedebage

Warga Tasikmalaya Diminta Bersiap untuk Pembebasan Lahan Tol Gedebage

Regional
PSBB Kota Serang Diperpanjang, Check Point Ditiadakan

PSBB Kota Serang Diperpanjang, Check Point Ditiadakan

Regional
5 Pengedar Narkotika Jaringan Lapas Jambi Ditangkap

5 Pengedar Narkotika Jaringan Lapas Jambi Ditangkap

Regional
Kapolda Papua Ungkap Kekuatan KKB di Intan Jaya dan Jumlah Senjatanya

Kapolda Papua Ungkap Kekuatan KKB di Intan Jaya dan Jumlah Senjatanya

Regional
Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Regional
Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Regional
Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Regional
Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Regional
Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Regional
Muncul Klaster Covid-19, Semua Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Muncul Klaster Covid-19, Semua Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Regional
8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

Regional
Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Regional
Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X