Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Kompas.com - 12/12/2019, 19:22 WIB
Asap yang keluar dari cerobong hasil pembakaran limbah plastik mencemari udara dan lingkungan di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. KOMPAS.COM/GHINAN SALMANAsap yang keluar dari cerobong hasil pembakaran limbah plastik mencemari udara dan lingkungan di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

SURABAYA, KOMPAS.com - Produsen tahu asal Desa Tropodo Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo perlahan mulai meninggalkan plastik sebagai bahan bakar pembuatan tahu. Zainal Arifin, sudah sejak 2 pekan lalu beralih menggunakan kayu sebagai bahan bakar.

Beralih menggunakan kayu memang menambah ongkos produksi tahu buatannya, namun bapak 2 anak ini mengaku senang setidaknya bisa mengurangi polusi udara di lingkungan sekitarnya.

"Dulu saat pagi maupun siang, langit seperti mendung karena asap proses pembakaran tahu dengan plastik," kata Zainal saat meninjau proses pembuatan tahu dengan kayu bakar di Kecamatan Jambangan Surabaya, Kamis (12/12/2019).

Saat menggunakan bahan bakar plastik, sehari dia hanya menghabiskan Rp 200 ribu untuk biaya bahan bakar, namun dengan menggunakan bahan bakar kayu dia harus menyiapkan setidaknya Rp 350 ribu dalam sehari untuk ongkos bahan bakar.

"Satu pick up plastik seharga Rp 200 ribu bisa habis sehari. Kalau kayu Rp 350 ribu," ucapnya.

Baca juga: Jangan Sembarang Bakar Sampah Plastik, Bahaya Dioksin Mengancam

Kasus telur mengandung dioksin

Semenjak diberitakan bahwa telur ayam di Desa Tropodo mengandung dioksin karena proses produksi tahu menggunakan bahan bakar plastik, kata Zainal, ada beberapa produsen termasuk dirinya beralih menggunakan kayu.

"Tapi belum semua, ada masih sebagian kecil," jelasnya.

Difasilitasi lembaga Konsorsium Lingkungan Hidup, Zainal sengaja diajak melihat langsung bagaimana proses pembakaran menggunakan kayu.

Zainal terlihat serius melihat perangkat pembakaran kayu di tempat tersebut, karena menurut dia, ketel pembakaran di tempatnya didesain khusus untuk pembakaran plastik.

Baca juga: Pembakaran Plastik oleh Pabrik Tahu Timbulkan Polutan Dioxin, Apa Itu dan Seberapa Bahaya?

Seperti diberitakan, hasil riset gabungan lembaga pemerhati lingkungan asing dan Indonesia menyebut telur ayam di Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo mengandung dioksin.

Dioksin diketahui bahan kimia yang sangat beracun yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar kita.

Bahan kimia beracun itu biasanya dihasilkan dari proses pembakaran, seperti pembakaran sampah komersial atau penggunaan bahan bakar.

Senyawa tersebut kemudian terkumpul dalam konsentrasi tinggi di tanah dan sedimen.

Dioksin merupakan polutan yang dikenal dapat menyebabkan penyakit kanker, parkinson, hingga cacat saat lahir. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Helm Pink dan Sandal Jadi Petunjuk Identitas Mayat Perempuan Terbakar di Tumpukan Jerami

Helm Pink dan Sandal Jadi Petunjuk Identitas Mayat Perempuan Terbakar di Tumpukan Jerami

Regional
Ini Pengakuan Ayah yang Pukuli Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Ini Pengakuan Ayah yang Pukuli Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Regional
Kemarau Landa Aceh Utara, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Kemarau Landa Aceh Utara, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Regional
Kesal, Ayah Pukuli Wajah Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Kesal, Ayah Pukuli Wajah Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Regional
Belajar dari Kasus Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra, Ahli: Itu Hewan Liar Berbahaya...

Belajar dari Kasus Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra, Ahli: Itu Hewan Liar Berbahaya...

Regional
Penderita Antraks di Gunungkidul Capai 30 Orang

Penderita Antraks di Gunungkidul Capai 30 Orang

Regional
Kekasih Akan Menikah dengan Pacar Baru, Pria Ini Upload Foto dan Video Syur ke Facebook

Kekasih Akan Menikah dengan Pacar Baru, Pria Ini Upload Foto dan Video Syur ke Facebook

Regional
BKSDA Palu Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya Berkalung Ban Bekas

BKSDA Palu Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya Berkalung Ban Bekas

Regional
6 Warga China yang Terdampar di Rote Ndao Negatif Virus Corona

6 Warga China yang Terdampar di Rote Ndao Negatif Virus Corona

Regional
Fakta Baru Perkelahian yang Tewaskan 2 Pemuda, Bermula dari Perselisihan di Arena Balapan Liar

Fakta Baru Perkelahian yang Tewaskan 2 Pemuda, Bermula dari Perselisihan di Arena Balapan Liar

Regional
6 Warga China yang Mengapung di Rote Ndao Sempat Dihadang Tentara Australia

6 Warga China yang Mengapung di Rote Ndao Sempat Dihadang Tentara Australia

Regional
Demi Muluskan Aksi Tipu, Pria yang Ngaku Pegawai BPS Janjikan Korbannya Lolos PNS

Demi Muluskan Aksi Tipu, Pria yang Ngaku Pegawai BPS Janjikan Korbannya Lolos PNS

Regional
4 Tahun Diculik, Pria Paruh Baya di Cianjur Cabuli Korban Belasan Kali

4 Tahun Diculik, Pria Paruh Baya di Cianjur Cabuli Korban Belasan Kali

Regional
Curi Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu, 4 Porter Lion Air Diamankan

Curi Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu, 4 Porter Lion Air Diamankan

Regional
Orangtua Mahasiswi Unesa di Wuhan Sebut Anaknya Ingin Cepat Dievakuasi

Orangtua Mahasiswi Unesa di Wuhan Sebut Anaknya Ingin Cepat Dievakuasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X