Dengan Program "Bangga Papua", Warga Pedalaman Punya NIK, Bisa Beternak, dan Perbaiki Gizi Anak

Kompas.com - 12/12/2019, 15:26 WIB
Pemeriksaan kesehatan saat penyaluran program Bangga Papua di Kabupaten Paniai (4/12/2019) Dok Firdaus Syahril for MAHKOTA Program-2019Pemeriksaan kesehatan saat penyaluran program Bangga Papua di Kabupaten Paniai (4/12/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua sejak 2018  meluncurkan program Bangun Generasi dan Keluarga (Bangga) Papua Sejahtera.

Program ini bertujuan untuk menjawab permasalahan gizi buruk dan kesehatan anak di Provinsi Papua.

Sejak 2018, Pemprov Papua baru menjalankan program tersebut di Tiga kabupaten yang ditetapkan sebagai pilot project, yaitu di Kabupaten Paniai, Asmat dan Lanny Jaya.

Khusus di Paniai, pelaksanaan program tersebut ditangani oleh pemerintah daerah setempat yang kemudian membentuk Sekretariat Bersama (Sekber) yang didalamnya terdiri dari perwakilan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Baca juga: 4 Pemda di Papua Tanda Tangani Kesiapan Penyelenggaraan PON XX

Ketua SEKBER Paniai, Eliezer Yogi sebagai pelaksana program BANGGA di Kabupaten Paniai mengungkapkan bahwa untuk menjalankan program tersebut, mereka harus turun langsung ke kampung-kampung.

Tidak hanya kampung yang bisa dijangkau menggunakan moda transportasi darat, tetapi juga titik-titik yang hanya bisa dicapai melalui jalur udara.

"Kampung terjauh harus ditempuh dengan memakai helikopter, seperti di Distrik Baya Biru, Siriwo, Dogomo, dan lainnya," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (12/12/2019).

Bangga Papua sendiri merupakan program perlindungan sosial kepada anak-anak orang asli Papua yang berusia di bawah 4 tahun.

Baca juga: Gubernur Papua Beri Tantangan kepada 317 Kepala SMA yang Baru Dilantik

Perbaikan gizi anak

Setiap bulannya, tiap anak akan mendapatkan bantuan transfer dana sebesar Rp 200.000 yang diharapkan dapat digunakan oleh Ibu/Wali yang mewakili anak sebagai Penerima Manfaat untuk dapat dibelanjakan kebetuhan anak dalam rangka memperbaiki gizi anak dan meningkatkan kesehatan anak.

Pola pembayaran Bangga Papua pada 2018 dilakukan setahun satu kali, artinya tiap penerima manfaat akan menerima Rp 2,4 juta, sedangkan 2019 dilakukan dua kali pembayaran.

Eliezer mencontohkan, untuk menyalurkan ke Distrik Siriwo yang junlah penerima manfaatnya sekitar 250 jiwa atau total Rp 300 juta/6 bulan, dibutuhkan biaya transportasi Rp 96 juta untuk menyewa helikopter dari Kabupaten Nabire.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X