Protes Vonis Hakim, Keluarga Korban Pembunuhan Mengamuk di Pengadilan

Kompas.com - 12/12/2019, 11:52 WIB
Protes Vonis Hakim, Keluarga Pembunuhan Ngamuk di PN Mamuju KOMPAS.COM/JUNAEDIProtes Vonis Hakim, Keluarga Pembunuhan Ngamuk di PN Mamuju

MAMUJU, KOMPAS.com –  Sidang putusan kasus pembuhan di Pengadilan Negeri Mamuju, Sulawesi Barat berlangsung ricuh, Kamis (12/12/2019).

Keluarga korban pembunuhan mengamuk di ruang sidang, lantaran tidak terima dengan putusan majelis hakim.

Keluarga korban menilai vonis hakim telah mencederai rasa keadilan dan rasa kemanusiaan.

Mereka kecewa lantaran satu dari dua terdakwa pelaku pembunuhan hanya divonis 2 tahun penjara.

“Putusan hakim menurut saya sangat tidak adil dan mencederai rasa kemanusiaan,” kata Salim, salah satu keluarga korban.

Baca juga: Dosen yang Mencuri iPhone 11 Terungkap Berkat CCTV

Kegaduhan di ruang sidang bermula ketika istri dari korban pembunuhan tiba-tiba berteriak histeris dan berusaha mendekati majelis hakim.

Belasan aparat keamanan pun berusaha menenangkan pengunjung sidang untuk menghindari aksi anarkis keluarga korban yang kecewa dengan putusan hakim.

Keluarga korban yang hadir dalam persidangan ikut terpancing emosi hingga sempat berupaya menyerang dua pelaku pembunuhan yang duduk di kursi terdakwa.

Namun, pihak kemanan dari kepolisan dari Polres Mamuju berhasil melerai dan mangamankan stuasi di Pengadilan Negeri Mamuju.

Masih tidak puas dengan putusan hakim, keluarga korban berteriak di depan ruang sidang dan menyerukan bahwa majelis hakim tidak berlaku adil.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Regional
Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Regional
Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Regional
YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

Regional
Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Regional
Ini Motif YouTuber Edi Putra Buat Video Prank Daging Kurban Isi Sampah

Ini Motif YouTuber Edi Putra Buat Video Prank Daging Kurban Isi Sampah

Regional
Tambah 4 Perjalanan, KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta Kembali Beroperasi, Cek Jadwalnya

Tambah 4 Perjalanan, KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta Kembali Beroperasi, Cek Jadwalnya

Regional
Duduk Perkara Youtuber Edo Putra, Berawal dari Konten Berita Beralih ke Prank Sampah

Duduk Perkara Youtuber Edo Putra, Berawal dari Konten Berita Beralih ke Prank Sampah

Regional
Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Regional
Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Regional
Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

Regional
Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X