Bakamla Tangkap Kapal Penjual Solar Ilegal, Dijual Rp 5.000 Per Liter

Kompas.com - 12/12/2019, 10:29 WIB
Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Trisula Bakamla RI kembali berhasil mengungkap perdagangan Bahan Bakar Minyak Jenis Solar ilegal. Dari pengungkapan ini, Bakamla RI berhasil menyita dua kapal yang sedang berupaya melakukan aktivitas ilegalnya di Perairan Tanjung Sauh, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (7/12/2019) sekitar pukul 22.30 WIB. KOMPAS.COM/HADI MAULANASatuan Tugas Khusus (Satgassus) Trisula Bakamla RI kembali berhasil mengungkap perdagangan Bahan Bakar Minyak Jenis Solar ilegal. Dari pengungkapan ini, Bakamla RI berhasil menyita dua kapal yang sedang berupaya melakukan aktivitas ilegalnya di Perairan Tanjung Sauh, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (7/12/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

BATAM, KOMPAS.com - Badan Keamanan Laut ( Bakamla) menangkap dua kapal yang menjual bahan bakar minyak (BBM) ilegal jenis solar di Perairan Tanjung Sauh, Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Unit Penindakan Hukum (Ka UPH) Bakamla, Laksma Parimin Warsito, mengatakan penangkapan ini dilakukan setelah ada laporan warga ke Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Trisula Bakamla.

Kapal patroli Catamaran 503 kemudian melacak kapal yang diduga menjual solar secara ilegal dan menangkapnya.

"Proses penangkapan itu sendiri telah dilakukan di Perairan Tanjung Sauh, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (7/12/2019) sekitar pukul 22.30 WIB," kata Parimin Warsito di Mako Polairud Polda Kepri, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: BPH Migas Gandeng Pemda dan Polda Awasi Distribusi BBM

Salah satu kapal yang ditangkap, Tug Boat (TB) BSP III, saat didatangi aparat Bakamla sedang mengisi solar secara ship to ship ke KM AB tanda dilengkapi dokumen niaga.

Hal ini diduga telah melanggar Pasal 374 jo 406 KUHP atau Pasal 53 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Dari pengakuan nakhoda TB BSP III, solar sebanyak 8.000 liter (8 ton) yang dijual ke KM AB  dibeli oleh PT BSP III dari Pertamina.

Penjualan solar ilegal ini juga merugikan PT BSP III selaku pemilik TB BSP III

Dari hasil pemeriksaan sementara, transaksi ilegal ini terjadi saat kepala kamar mesin TB BSP III dihubungi oleh kru KM AB yang akan membeli solar dari TB BSP III.

Kemudian disepakati jual beli BBM secara ilegal seharga Rp 5.000 per liter. Harga ini jauh lebih rendah dari harga jual yang ditentukan pemerintah yaitu Rp 9.800 per liter.

Baca juga: Ini Bahaya Membeli BBM Pakai Jeriken, Bisa Menyebabkan Kebakaran

Saat ini kapal yang terlibat penjualan solar ilegal ini sudah disandarkan ke Pangkalan Bakamla di Barelang, Kepulauan Riau.

Kedua kapal hasil operasi kemudian diserahkan kepada Direktorat Polairud Polda Kepri guna penyidikan lebih lanjut.

PT BSP sebagai pihak yang dirugikan juga telah melapor ke Ditpolair Polda Kepri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X