Curi Baut Rumah Tahan Gempa, 2 Pemuda Pengangguran Ditangkap

Kompas.com - 11/12/2019, 10:21 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

MATARAM, KOMPAS.com - Dua orang pemuda pengangguran, warga Lingasar, Lombok Barat, masing-masing RA alias Anza (19)  dan AH alias Dani (18), diringkus aparat Polres Kota Mataram, lantaran kedapatan mencuri puluhan kilogram baut rumah tahan gempa atau Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), yang diperuntukkan korban gempa Lombok.

"Mereka ini telah melakukan aksinya sejak April lalu, bermula dari adanya laporan warga adanya penjualan bagian rumah tahan gempa dengan harga miring," kata Kanit Pidum Polresta Mataram, Iptu Putu Pujangga, di Mapolresta Mataram, Rabu (11/12/2019).

Dalam perkembangannya, diperoleh informasi bahwa kedua pelaku membobol gudang milik PT Jaya Beton Indah di Gunung Sari, Lombok Barat.

Baca juga: 60.299 Unit Rumah Tahan Gempa Diserahkan untuk Korban Gempa di NTB

 

Pelaku mencuri 20 hingga 27 kilo, baik baut maupun ring plat untuk Risha yang dijual pada warga yang membutuhkan, karena memang merupakan korban gempa.

"Mereka memanfaatkan situasi dengan menjual baut baut itu dengan harga miring, dan sebagian dikirim pedagang rongsokan di Surabaya," kata Putu.

Saat ditangkap, polisi hanya menemukan sisa sisa baut dan ring plat yang belum sempat dijual pelaku.

Putu menuturkan, keduanya tidak melakukan aksinya sendirian. Mereka dibantu dua anak di bawah umur, masing-masing MR (17) dan BR (17).

Keduanya ikut diproses, hanya saja jarena di bawah umur diamankan di sel anak untuk mendapat pembinaan.

Putu menyarankan pada masyatakat terutama korban gempa, untuk berhati-hati menerima barang yang dijual dengan harga miring dan jauh dari harga pasar, karena patut diduga barang tersebut bermasalah.

Baca juga: Relawan Gusdurian Bangun Rumah Tahan Gempa di Lombok

RA dan AH mengaku mendapat keuntungan Rp 200.000 hingga Rp 350.000 per kilo baut maupun ring plat, dan kadang bervariasi.

Uang yang mereka dapatkan itu digunakan untuk membeli miras (minuman keras).

"Saya gunakan untuk minum, beli minuman keras, kadang bisa dapat Rp 350.000, gitu," kata AH.

Perbuatan pelaku menyebabkan korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 60.000.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Regional
CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

Regional
Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Regional
Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Regional
Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Regional
6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Regional
Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Regional
4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

Regional
Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Regional
150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

Regional
Dijebak Video Call Seks dan Diperas Rp 4 Juta, Anggota DPRD Sambas Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Dijebak Video Call Seks dan Diperas Rp 4 Juta, Anggota DPRD Sambas Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Regional
Viral Pernyataan Hasil Rapid Test Positif atau Negatif Palsu, IDI Makassar: Itu Hanya Istilah

Viral Pernyataan Hasil Rapid Test Positif atau Negatif Palsu, IDI Makassar: Itu Hanya Istilah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X