Kesal Ditegur, 3 Warga di Makassar Tikam Petugas Siskamling

Kompas.com - 10/12/2019, 22:37 WIB
Ilustrasi penusukan Ilustrasi penusukan

MAKASSAR, KOMPAS.com – Sangkala (50), seorang kepala siskamling, ditemukan tersungkur di tanah dengan mengeluarkan banyak darah, di salah satu perumahan di Jalan Manggis, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Selasa (10/12/2019).

Sangkala merupakan korban penikaman oleh warga sekitar.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko mengatakan, penikaman itu terjadi saat korban sedang duduk santai di pos ronda tempatnya berjaga.

Namun, tiba-tiba dia didatangi tiga pria yang tinggal di sekitar pos ronda.

“Tiga pelaku yang telah diketahui identitasnya itu merupakan satu keluarga mengeroyok dan menikam korban sebanyak tiga kali di bagian pinggang kanan dan di perut. Korban tersungkur di tanah, bersimbah darah yang kemudian ditemukan oleh warga kompleks,” ujar Indratmoko, saat dihubungi, Selasa.

Baca juga: Gara-gara Lotion Anti Nyamuk, Pria Ini Tusuk Pamannya, Nyamar Jadi Gelandangan untuk Hindari Polisi

Setelah mengeroyok dan menikam korban, ketiga pelaku kabur dan kini masih dalam pengejaran polisi.

Korban yang awalnya dirawat di RS Hikmah, dirujuk ke RS Bhayangkara untuk dioperasi.

Indratmoko mengungkapkan, pengeroyokan dan penikaman dilatarbelakangi ketersinggungan.

Krban sebelumnya sempat menegur ketiga pelaku yang tinggal di lahan milik orang lain.

“Motifnya ketersinggungan, karena pelaku pernah disarankan oleh korban untuk meninggalkan rumahnya karena tempat tinggalnya berdiri di atas lahan milik orang lain. Polisi juga sudah mendatangi rumah ketiga pelaku dan ditemukan adanya bercak darah korban di sekitar rumah tersebut,” ujar Indratmoko.

Baca juga: Terlilit Utang ke Rentenir, Seorang Pria Tusuk Pasangan Suami-Istri di Lagoa 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Regional
Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Regional
Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Regional
Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Regional
Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Regional
Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Regional
Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Regional
Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Regional
Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Regional
Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Regional
Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Regional
Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Regional
Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Regional
Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Regional
Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X