Banjir Bandang di Melawi, Jembatan Putus dan Ratusan Rumah Rusak

Kompas.com - 10/12/2019, 09:31 WIB
Sejumlah warga desa Nusa Kenyikap, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, mengemasi barang-barang di rumah mereka yang rusak akibat banjir bandang bercamput lumpur. dok BPBD MelawiSejumlah warga desa Nusa Kenyikap, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, mengemasi barang-barang di rumah mereka yang rusak akibat banjir bandang bercamput lumpur.

MELAWI, KOMPAS.com - Desa Nusa Kenyikap, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, diterjang banjir bandang, Minggu (7/12/2019) dini hari.

Bencana ini mengakibatkan sedikitnya 104 rumah rusak dan jembatan penghubung antar-desa putus serta ratusan kepala keluarga mengungsi.

"Kondisi sekarang banjir sudah surut. Karena hanya terjadi pagi kemarin," kata Arjosna, staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, kepada Kompas.com, Selasa (10/12/2019).

Baca juga: Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Menurut dia, dalam kejadian tersebut, tidak ditemukan korban jiwa. Hanya saja, hampir seluruh harta benda warga rusak akibat air yang bercampur lumpur.

"Saat ini, kami sudah mendirikan tenda pengungsi untuk warga, dan mengirimkan bantuan makanan dan obat-obatan," terang dia.

Air datang tiba-tiba

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah seorang warga Desa Nusa Kenyikap, Muin menceritakan detik-detik terjadinya banjir bandang.

"Banjir bandang datang tiba-tiba tepat tengah malam. Saya bersama empat anggota keluarga langsung sibuk menyelamatkan diri," kata Muin.

Karena mendadak, praktis dia hanya mampu menyelamatkan ijazah. Setelah itu, langsung naik ke atas atap.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Waspada Longsor serta Banjir di Pantura dan Jalur Selatan

"Yang lain kami tak sempat selamatkan. Seluruh barang elektronik, beras, telepon dan motor terendam banjir. Uang kami pun hilang,” ujar dia.

Muin telah tinggal di desa itu selama 20 tahun. Dia mengungkapkan, kejadian banjir kali ini yang paling parah.

"Biasanya hanya setinggi 1 meter. Tapi ini mencapai 3 meter," ungkap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.