Bayi yang Derita Hydrocephalus Rentan Alami Infeksi, RSUD dr Soetomo Batasi Kunjungan Warga

Kompas.com - 10/12/2019, 08:43 WIB
Bayi Pandu bersama ibunya tinggal di Rusun Gunungsari Surabaya sejak 3 Desember 2019. KOMPAS.COM/A. FAIZALBayi Pandu bersama ibunya tinggal di Rusun Gunungsari Surabaya sejak 3 Desember 2019.


SURABAYA, KOMPAS.com - Humas RSUD dr Soetomo, dr Pesta Parulian Edward mengatakan, Muhammad Pandu Firmansyah, bayi berusia 6 bulan yang menderita hydrocephlus sangat rentan mengalami infeksi.

Penyebabnya, kata Pesta, bayi Pandu selain menderita hydrocephalus juga mengalami sumbing wajah. Dengan terbukanya celah wajah tersebut, dia disebut sangat rentan dengan infeksi.

"Upaya yang kami lakukan sekarang menjaga dia supaya tidak terinfeksi, untuk itu kami membatasi kunjungan kepada si anak. Apabila ada yang bersimpati, monggo memberikan simpatinya tanpa melihat. Karena itu bukan tontonan. Kasihan anaknya," kata Pesta, saat dihubungi, Senin (9/12/2019) malam.

Baca juga: Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Ia mengaku, juga telah berpesan kepada ibu Pandu, Dina Oktavia dan neneknya, Titin Sri Puji Astuti, agar kunjungan dari warga yang bersimpati terhadap kondisi bayi Pandu dibatasi.

"Kepada petugas puskesmas yang mendampingi, saya juga berpesan, supaya jangan banyak bangetlah yang mengunjungi (bayi Pandu) dengan dalih menyatakan simpati, tetapi jadi tontonan," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kasihan anaknya, nanti kalau anak ini berkembang, psikisnya juga bakal terganggu," imbuh dia.

Semenjak bayi Pandu viral di sosial media karena memiliki wajah yang tidak normal, menurut Pesta, banyak orang yang datang menyatakan simpati.

Ibu Pandu, Dina Oktavia dan neneknya, Titin Sri Puji Astuti, selama ini merasa tidak enak hati menolak kedatangan orang yang menyatakan simpati.

"Ya, kalau yang nonton ini sehat-sehat saja sih enggak apa-apa, tapi kalau yang nonton ini bawa penyakit, kan kasihan bayinya apalagi rentan infeksi," ujar dia.

Baca juga: 11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

"Jadi, tolong disampaikan ke masyarakat bersama-sama kita menjaga anak ini. Dengan tidak terlalu banyak mengunjungi anak ini, kita sudah ikut merawat anak ini," imbuh Pesta.

Saat ini, bayi Pandu belum menjalani rawat inap di rumah sakit. Ia hanya menjalani rawat jalan untuk sementara waktu dan diharuskan melakukan kontrol satu kali dalam sepekan.

Bersama ibu dan neneknya, bayi Pandu kini tinggal di rumah susun Gunung Sari, Surabaya, yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Puskesmas terdekat juga terus memantau dan mengontrol setiap hari kondisi bayi Pandu di rumah susun tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.