Viral Bocah Matikan Lampu PJU Flyover Palur, Pemkab Karanganyar Rombak Instalasi Listrik

Kompas.com - 09/12/2019, 15:54 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Sundoro. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Sundoro.

KOMPAS.com- Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Sundoro memastikan telah merombak instalasi listrik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) jembatan layang (flyover) Palur, Karanganyar.

Hal tersebut dilakukan menindaklanjuti aksi seorang bocah yang viral di media sosial.

Bocah itu menjangkau bagian instalasi listrik hingga berdampak matinya lampu PJU flyover Palur.

Baca juga: Viral, Seorang Anak Bermain Sakelar Lampu PJU Flyover Palur Karanganyar

Sundoro mengatakan, bocah tersebut diduga menarik paksa Miniature Circuit Breaker (MCB). Dalam kondisi normal, MCB dapat menghubungkan atau memutus listrik, seperti fungsi sakelar.

Sedangkan saat melebihi nilai yang ditentukan, MCB dapat memutus arus listrik secara otomatis.

“Sudah kami perbaiki. Dan sudah tidak bisa dimainkan lagi. MCB-nya sudah kami pasang pada posisi yang tidak dijangkau anak-anak,” katanya, Sabtu (7/12/2019).

Setelah menerima laporan video tersebut, pihak Dishub PKP Karanganyar langsung terjun mengecek lapangan. Mereka memperbaiki instalasi listrik dan memastikan kejadian tersebut tidak terulang.

“Kemarin langsung kita tindaklanjuti. Kita cek ke lokasi,” ujarnya.

Baca juga: Aksi Bocah Matikan Lampu PJU di Flyover Palur Karanganyar Tuai Kecaman Warganet

Seperti diketahui, sebuah video viral memperlihatkan seorang bocah sedang menjangkau bagian instalasi listrik lampu penerangan jalan flyover Palur, Karanganyar, Jawa Tengah.

Akibatnya, lampu PJU flyover mati. Setelah mematikan lampu, bocah tersebut kemudian berlari menjauh.

Terekam pula di video, sebuah mobil yang tengah melintasi flyover Palur saat si bocah mematikan lampu.

Video yang diunggah oleh @infocegatansolo itu hingga Senin (9/12/2019) telah dilihat sebanyak 7.458 orang.

Unggahan tersebut mendapat berbagai reaksi. Seperti akun @gustav.askaragita yang mempertanyakan sisi keamanan instalasi listrik lampu PJU flyover Palur.

‘Woow kabel listrik ya itu pasti berantakan sampe bisa dbuat main gitu, sisi keamanannya kurang,’ ujarnya.

Sementara akun lain @ryankrisna1 meminta pemerintah bertindak tegas terhadap aksi viral itu. ‘Yuk, ditindak tegas. Berisiko mencelakakan orang,’ katanya.

Sumber: KOMPAS.com (Penulis : Labib Zamani | Editor: Farid Assifa, Michael Hangga Wismabrata)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Regional
Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Regional
Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Regional
Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Regional
Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Regional
Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Regional
Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Regional
Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Regional
Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Regional
Cerita Darmini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan, Dijanjikan Rp 5 Juta: Tidak Ada Uang untuk Mengurusnya

Cerita Darmini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan, Dijanjikan Rp 5 Juta: Tidak Ada Uang untuk Mengurusnya

Regional
Sepanjang 2018, Sunda Empire Sudah 4 Kali Berkegiatan di Kampus UPI

Sepanjang 2018, Sunda Empire Sudah 4 Kali Berkegiatan di Kampus UPI

Regional
Cerita Warga Tak Tahu Mesin ADM, Padahal Bisa Cetak e-KTP dan KK Tanpa Antre

Cerita Warga Tak Tahu Mesin ADM, Padahal Bisa Cetak e-KTP dan KK Tanpa Antre

Regional
Kasus Guru Ngaji Cabuli 2 Santri, Pimpinan Pesantren: Dia Bukan Ustaz, tapi Teknisi

Kasus Guru Ngaji Cabuli 2 Santri, Pimpinan Pesantren: Dia Bukan Ustaz, tapi Teknisi

Regional
Penculik Siswi SMA yang Kabur Saat Diperiksa Polisi Akhirnya Ditangkap

Penculik Siswi SMA yang Kabur Saat Diperiksa Polisi Akhirnya Ditangkap

Regional
Jurnalis Mongabay Asal AS Ditahan di Palangkaraya karena Penyalahgunaan Izin Tinggal

Jurnalis Mongabay Asal AS Ditahan di Palangkaraya karena Penyalahgunaan Izin Tinggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X