Kompas.com - 09/12/2019, 15:23 WIB
Ketua MRP, Timotius Murib KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKetua MRP, Timotius Murib

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana menyerahkan pembangunan Jalan Trans Papua di beberapa titik rawan kepada TNI.

Hal tersebut dilakukan, karena di beberapa titik pembangunan kerap terjadi gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Merespons rencana tersebut, Majelis Rakyat Papua (MRP) menyatakan bahwa hal itu merupakan solusi yang tepat untuk mempercepat pembangunan di Papua.

"Dalam hal ini positif sekali, kita setuju supaya cepat tercapai," ujar Ketua MRP Timotius Murib saat ditemui di Jayapura, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Mandek Setahun, Proyek Trans-Papua di Nduga Akan Diselesaikan oleh TNI

Namun, ia juga mengingatkan bahwa apabila rencana tersebut jadi dilakukan, pemerintah harus memproteksi hak masyarakat setempat.

Menurut dia, satu-satunya harta milik masyarakat Papua yang tinggal di daerah terisolir hanya berupa tanah yang bisa saja akan digunakan untuk pembangunan Trans Papua.

"Hanya jangan sampai pelaksanaan pekerjaan itu mengabaikan kepentingan atau hak-hak dasar orang Papua. Salah satu contoh hak-hak dasar itu adalah tanah yang akan menjadi hal yang penting dan harus kita lindungi," kata Timotius.

Menurut Timotius, catatan tersebut menjadi tanggung jawab dari pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

"Jangan sampai hak-hak dan kekayaan daerah mereka hilang, ini yang harus diawasi dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," tutur Timotius.

Sebelumnya, pembangunan Jalan Trans Papua sejak akhir 2018 hingga 2019 kerap terhambat karena adanya gangguan keamanan dari KKB.

Untuk mengejar target terhubungnya seluruh jalur tersebut pada 2020, muncul wacana TNI akan dipercaya mengerjakan Trans Papua di sejumlah titik rawan.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura Osman Marbun menjelaskan, pada 2019, TNI sudah digunakan untuk mendukung pembangunan ruas Jalan Wamena Jayawijaya -Mbua (Nduga).

"Itu kemarin kerja sama antara kontraktor yang sudah bekerja, kemudian masuk TNI untuk mendukung keamanan," kata Osman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X