Aksi Bocah Matikan Lampu PJU di Flyover Palur Karanganyar Tuai Kecaman Warganet

Kompas.com - 08/12/2019, 06:00 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Sundoro. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Sundoro.

KOMPAS.com - Aksi seorang anak yang mematikan sakelar lampu penerangan jalan umum di jembatan layang ( flyover) Palur di Karanganyar, Jawa Tengah, mendapat kecaman warganet di media sosial.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @infocegatansolo, tampak seorang anak diduga sengaja memadamkan lampu penerangan dengan mengotak-atik sakelar yang ada di sisi jembatan.

Sejumlah warganet pun mengecam aksi membahayakan tersebut dan mendesak petugas untuk segera bertindak.

"Wah parah bs celaka itu," tulis akun @daniel.eduardus.

"yuk di tindak tegas..beresiko mencelakakan orang," tulis akun @ryankrisna1.

Hingga saat ini, dari penulusuran Kompas.com, video tersebut sudah dilihat sebanyak 20.348 kali dan mendapat 148 komentar.

Baca juga: Viral, Seorang Anak Bermain Sakelar Lampu PJU Flyover Palur Karanganyar

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Sundoro mengatakan, telah menerima laporan terkait video viral tersebut.

Pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengecek ke lokasi.

"Kemarin langsung kita tindaklanjuti. Kita cek ke lokasi," kata Sundoro, Sabtu (7/12/2019).

Sundoro menduga miniature circuit breaker (Mcb) sakelar lampu PJU ditarik keluar kemudian dibuat mainan oleh anak tersebut.

Ada pun sakelar lampu PJU itu berada di sisi selatan flyover Palur.

"Sudah kami perbaiki. Dan, sudah tidak bisa dimainkan lagi. Mcb-nya sudah kami pasang pada posisi yang tidak dijangkau anak-anak," kata dia.

(Penulis: Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor: Farid Assifa)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Regional
Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno 'Wong Kalang' di Hutan Blora

Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno "Wong Kalang" di Hutan Blora

Regional
Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X