Wajah Gang Dolly, 5 Tahun Setelah Penutupan Lokalisasi

Kompas.com - 07/12/2019, 06:16 WIB
Gang Dolly berdiri di Jalan Kupang Gunung Timur VOA IndonesiaGang Dolly berdiri di Jalan Kupang Gunung Timur
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Gang Dolly di Surabaya, Jawa Timur pernah menjadi primadona bagi pria dewasa yang berhasrat untuk sekedar plesir sesaat.

Bahkan Gang Dolly disebut sebagai kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara.

Dilansir dari VOA Indonesia, keriuhan Gang Dolly diceritakan Ida salah satu warga yang sudah tinggal di gang itu selama 50 tahun. Ia bercerita kala itu banyak turis asing yang juga datang di kawasan tersebut.

Baca juga: Pemkot Surabaya Kaji Pembangunan Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

"Apalagi kalo lagi [kapal] sandar di pelabuhan, turis-turisnya juga ke sini. Sampe masuk ke kampung-kampung juga, salah jalan ‘mister mau kemana? Oh yes’ haha,” cerita Ida.

Namun wajah Gang Dolly berubah total pada tahun 2014 setelah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengambil keputusan besar untuk menutup prostitusi dan membersihkan Gang Dolly.

Di hari penutupan, ratusan serikat warga dan wanita pekerja seksual ( WPS) melakukan perlawanan. Alasannya hanya satu. Mereka mengaku kehilangan satu-satunya mata pencaharian.

Baca juga: Risma Akan Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

 

Beli Wisma Barbara senilai Rp 9 miliar

Wisma Barbara di Gang DollyAFP Wisma Barbara di Gang Dolly
Salah satu wisma di Gang Dolly yang terkenal adalah Wisma Barbara. Wisma tersebut memiliki tinggi enam lantai dan dilengkapi dengan lift.

Barbara menjulang tinggi di antara tembok perumahan warga di gang-gang sempit sepanjang Dolly.

Kala itu, Barbara dikenal sebagai wisma dengan servis termahal.

Saat lokalisasi tersebut ditutup, beberapa wisama di Dolly dibeli Pemkot Surabaya dan dialihfungsikan.

Salah satunya adalah Wisma Barbara yang dibeli Pemkot Surabaya seharga Rp 9 miliar.

Baca juga: Selain Kawasan Laundry, Dolly Akan Disulap Menjadi Kampung Wisata

Wisma yang megah tersebut kemudian dijadikan sebagai pusat pelatihan dan penjualan Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) yang memproduski tas, sepatu, sandal, dan sandal hotel.

Dalam kurun waktu lima tahun setelah penutupan, Pemkot Surabaya juga telah membangun beberapa taman ramah anak.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Regional
Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X