[POPULER NUSANTARA] Mobil Dinas Bupati Karanganyar Rubicon Rp 2 Miliar | Pakai Topi Terbalik Antisipasi Serangan Harimau

Kompas.com - 07/12/2019, 05:55 WIB
Ilustrasi harimau VIA Indianexpress Ilustrasi harimau
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Bupati Karanganyar Juliyatmono gunakan Jip Wrangler Rubicon untuk mobil dinas. Mobil mewah tersebut ditaksir seharga Rp 2,1 miliar.

Juliyatmono mengatakan mobil tersebut adalah penghargaan terhadap dirinya atas kinerjanya memimpin Bumi Intanpari.

Sementara itu di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, polisi mengimbau warga tidak melakukan aktivitas di kebun dan memakai topi terbalik untuk mengantisipasi serangan harimau.

Sudah lebih dua pekan warga di Kota Pagaralam cemas karena ada harimau yang berkeliaran di sekitar kebun mereka. Dua petani tewas diterkam harimau saat berada di kebun.

Dua berita tersebut mendapatkan perhatian banyak pembaca dan berikut 5 berita populer nusantara selengkapnya:

 

1. Sperma di kemaluan kepala SD yang tewas

Seorang Kepala Sekolah Dasar ditemukan tewas di dalam mobilnya yang terparkir di Jalan Pamoyanan, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (4/12/2019) sore.KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Seorang Kepala Sekolah Dasar ditemukan tewas di dalam mobilnya yang terparkir di Jalan Pamoyanan, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (4/12/2019) sore.
Berdasarkan hasil identifikasi, polisi menemukan sperma di kemaluan IS (57) seorang kepala SD di Tasikmalaya yang ditemukan tewas di dalam mobil.

Pihak rumah sakit sebelumnya mengatakakan bahwa IS tewas karena keracunan AC mobil.

IS ditemukan warga Kampung Tagog, Desa Pamoyanan, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan pada Rabu (5/12/2019) sore.

Saat ditemukan IS dalam keadaan setangah bigil tanpa celana di jok tengah dalam posisi jongkok dengan kepala mengarah ke belakang.

"Tim identifikasi menemukan beberapa barang bukti berupa tisu bekas lipstik, manik-manik, sarung warna hijau kotak-kotak dan di kemaluan korban terdapat sperma," kata Kepala Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro, Jumat (6/12/2019).

Baca juga: Polisi Temukan Sperma di Kemaluan Kepala SD yang Tewas di Tasikmalaya

 

2. Bupati Karanganyar gunakan mobil dinas Rubicon

Bupati Karanganyar, Juliyatmono di rumah dinasnya Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (6/12/2019).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Bupati Karanganyar, Juliyatmono di rumah dinasnya Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (6/12/2019).
Bupati Karanganyar Juliyatmono gunakan Jip Wrangler Rubicon untuk mobil dinas. Mobil mewah tersebut ditaksir seharga Rp 2,1 miliar.

Jip Robicon dipilih sebagai kendaraan operasional karena menyesuaikan kondisi medan di Karanganyar yang wilayahnya berbukit dan banyak pegunungan.

Juliyatmono mengatakan, lelang mobil dinas Rubicon sudah sesuai ketentuan karena mesinya hanya bertenaga 2.000 cc.

"Kalau di Karanganyar ini pengalaman saya setiap hari di kampung-kampung, di gunung-gunung, itu memang yang paling ideal (kendaraan) jip. Jip yang paling layak dan kira-kira sesuai medan itu kan hanya itu (Rubicon). Hasilnya Rubicon. Keren kan," katanya tertawa.

Baca juga: Dapat Mobil Dinas Rubicon Rp 2 Miliar, Bupati Karanganyar: Keren Kan?

 

3. Antisipasi serangan harimau, diimbau pakai topi terbalik

Ilustrasi Harimau Sumatera (Panthera trigis sumatrae)SERAMBI INDONESIA / M ANSHAR Ilustrasi Harimau Sumatera (Panthera trigis sumatrae)
Kapolsek Dempo Selatan Kota Pagaralam Iptu Zaldi Jaya mengimbau agar warga tidak beraktitas di kebun dan menggunakan topi terbalik untuk antisipasi serangan harimau.

Zaldi Kaya mengatakan penggunaan topi terbalik untuk mengelabui harimau yang biasanya menyerang dari belakang.

"Warga juga diimbau pakai topi terbalik ketika di kebun untuk mengelabui harimau. Karena harimau biasanya akan menyerang dari belakang. Harimau tidak akan menyerang kalau melihat wajah kita, "kata Zaldi Jaya, Jumat (6/12/2019).

Ia menduga ada tiga ekor harimau yang keluar dari kawasan hutan lindung dan berkeliaran di dekat kebun warga.

Menurut Zaldi, harimau tersebut keluar dari kawasan hutan lindung karena lapar, sehingga mencari mangsa.

"Kalau untuk perburuan sejauh ini belum ada. Dugaannya harimau itu lapar sehingga berkeliaran di dekat kebun warga. Di sini dugaannya ada tiga ekor harimau, itu didapatkan dari keterangan warga yang melihat,"ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Serangan Harimau, Warga Diimbau Pakai Topi Terbalik

 

4. Selamat setelah tangkis sabetan parang dengan kayu

IlustrasiPIXABAY.com Ilustrasi
M.R Sinaga (20) selamat dari aksi penganiayaan oleh seorang preman di Jalan M. U. Damanik, Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai pada Selasa (26/11/2019) malam.

Ia menangkis sabetan parang yang diayunkan preman dengan sebatang kayu. Akibat serangan tersebut, jari telunjuk dan jari tengah sebelah kanan Sinaga terluka, termasuk mata kaki sebelah kiri.

Pelaku yakni Surya Bakti (31) ditangkap dan polisi menyita barang bukti berupa parang sepanjang 70 cm.

"Tersangka dijerat Pasal 351 ayat 1subs Pasal 335 ayat 1 dari KUHPidana tentang penganiayaan dan pengancaman. Jadi, tersangka tidak kooperatif sehingga kita lakukan penahanan," kata Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Tangkis Sabetan Parang, Pria Ini Selamat dari Amukan Preman

 

5. Anak pedagang sayur kuliah di Amerika

Aula bersama ibu di acara wisuda S1 di Universitas Syiah KualaDokumentasi pribadi Aula bersama ibu di acara wisuda S1 di Universitas Syiah Kuala
Aula Andika Fikrullah Al Balad (26), anak pedagang sayur di Aceh, berhasil mendapatkan beasiswa untuk kuliah S2 di Lehigh University, Amerika.

Sebelum dinyatakan lolos, Andika telah 53 kali mencoba mendaftar untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri.

Ia pun dikenal sebagai ‘scacehholarship hunter’ alias pemburu beasiswa.

Ibu dari Aula Andika Fikrullah Al Balad adalah pedagang sayur di Gampong Lampasi, Darul Imarah, Aceh Besar.

Pada tahun 2000, sang ibu membangun kios kecil yang beratapkan rumbia di depan rumah mereka untuk berjualan sayur.

Sebelum memliki kios tersebut, sang ibu Siti Narimah atau yang akrab dipanggil Mak Cut berkeliling kampung dari satu rumah ke rumahnya lainnya untuk berdagang sayur.

Aula adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara.

Dua kakaknya meninggal pada tahun 2004 karena sakit dan menjadi korban tsunami. Di tahun yang sama, sang ayah Ridhwan Kr Is ditemukan meninggal di dekat sawah.

Kala itu konflik Aceh sedang terjadi. Aula kecil masih duduk di kelas lima SD.

Mak Cut pun menjadi orangtua tunggal dan berjualan sayur untuk mencukupi kebutuhan mereka.

Baca juga: 53 Kali Gagal Tembus Beasiswa, Anak Pedagang Sayur Berhasil Kuliah di Amerika

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Irwan Nugraha, Labib Zamani, Aji YK Putra, Dewantoro | Editor: Dony Aprian, Farid Assifa, Khairina, Rachmawati)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Guru SD Tewas dalam Ember, Rekan Kantor Curiga Korban 3 Hari Tak Masuk Kerja

Kasus Guru SD Tewas dalam Ember, Rekan Kantor Curiga Korban 3 Hari Tak Masuk Kerja

Regional
Viral Video Polisi Lepaskan Tembakan di Tengah Jalan Seperti di Film, Ini Penjelasan Kapolres Ogan Ilir

Viral Video Polisi Lepaskan Tembakan di Tengah Jalan Seperti di Film, Ini Penjelasan Kapolres Ogan Ilir

Regional
Guru SD Dibunuh Tetangga, Polisi: Pelaku Sering Mengintip Korban Saat Mandi

Guru SD Dibunuh Tetangga, Polisi: Pelaku Sering Mengintip Korban Saat Mandi

Regional
Alasan Bawaslu Jember Belum Periksa 26 Penyelenggara yang Diduga Dukung Paslon Independen

Alasan Bawaslu Jember Belum Periksa 26 Penyelenggara yang Diduga Dukung Paslon Independen

Regional
Keluarga Guru SD yang Tewas dalam Ember: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa...

Keluarga Guru SD yang Tewas dalam Ember: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa...

Regional
Balita 2 Tahun, Anak Bidan di Sinjai, Terinfeksi Covid-19

Balita 2 Tahun, Anak Bidan di Sinjai, Terinfeksi Covid-19

Regional
BNPB Nilai Warga Lereng Merapi di Sleman Sudah Tangguh Bencana

BNPB Nilai Warga Lereng Merapi di Sleman Sudah Tangguh Bencana

Regional
Kesaksian Tetangga Temukan Guru SD Tewas dalam Ember: Saya Tidak Kuat Melihat Jenazahnya..

Kesaksian Tetangga Temukan Guru SD Tewas dalam Ember: Saya Tidak Kuat Melihat Jenazahnya..

Regional
Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Regional
Lima Burung Langka Serindit Melayu Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Lima Burung Langka Serindit Melayu Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Regional
Wali Kota Magelang Bertemu Ganjar Pranowo Bahas Aset Eks Mako Akabri

Wali Kota Magelang Bertemu Ganjar Pranowo Bahas Aset Eks Mako Akabri

Regional
Kisah Pilu Elisa, Ditandu untuk Berobat, Tewas Saat Jembatan yang Dilalui Putus

Kisah Pilu Elisa, Ditandu untuk Berobat, Tewas Saat Jembatan yang Dilalui Putus

Regional
Gara-gara Mandi di Depan Rumah, Gadis 16 Tahun Hampir Diperkosa Tetangga

Gara-gara Mandi di Depan Rumah, Gadis 16 Tahun Hampir Diperkosa Tetangga

Regional
Tak Punya Riwayat Penyakit Lain, Mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

Tak Punya Riwayat Penyakit Lain, Mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

Regional
Ayah Cabuli Anak Tiri Selama 6 Tahun, Pelaku Ancam Bunuh Ibu dan Adik

Ayah Cabuli Anak Tiri Selama 6 Tahun, Pelaku Ancam Bunuh Ibu dan Adik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X