Segel Sekolah, Pemilik Lahan Sudah Minta Izin

Kompas.com - 06/12/2019, 17:14 WIB
Ilustrasi sekolah rusak ShutterstockIlustrasi sekolah rusak

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Pemilik lahan Sekolah Dasar (SD) Lengkah, Desa Sukaraja, Lombok Tengah, yang disegel, sebelumnya sempat meminta izin ke kepala sekolah untuk menggembok sekolah.

"Pemilik lahan sempat minta izin dengan baik-baik untuk menyegel ruangan ini," ungkap Kepala Sekolah Muhamad Sumiadi, Jumat (6/12/2019).

Dia menyebutkan, pasca-penyegelan, murid-murid banyak yang bertanya dan mengeluh kenapa kelas bisa disegel.

"Waktu penyegelan murid-murid banyak yang kaget, kenapa kelasnya disegel," ungkap Sumiadi.

Baca juga: Sekolah Disegel, Ratusan Siswa SD di Bengkulu Belajar di Jalan

Dirinya mengakui, dengan kondisi penyegelan, kelasnya harus dibagi menjadi dua.

"Iya agak tidak normallah kelas kita disegel, jadi siasat kita, membuat satu ruangan menjadi dua, kita sekat untuk siswa kelas satu dan dua," ungkap Sumiadi.

Sementara itu, pemilik lahan Mujiburahman mengakui, dirinya melakukan penyekatan karena belum ada kejelasan soal lahan miliknya jadi tempat pembangunan SD Lengkah.

"Samapai saat ini, saya belum ada menerima apa-apa, kami hanya ingin penyelesaian," ungkap pria yang kerap disapa Muji.

Baca juga: Tiga Gedung Sekolah Disegel, 220 Siswa di Ambon Terpaksa Diliburkan

Dirinya mengakui, meminta izin dengan baik-baik ke pada kepala sekolah untuk melakukan penyegelan.

"Dua hari sebelum penyegelan, saya sudah minta izin ke pada kepala sekolah untuk menyegel," ungkap Muji.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SD Lengkah Muhamad Kusmiadi menyebutkan, sudah selama dua pekan dilakukan penyegelan oleh pemilik lahan karena mengaku belum pernah dibayar oleh pemerintah.

Adapun ruang yang disegel pemilik lahan yakni satu ruangan kelas VI, ruangan, dan bangunan sekolah untuk anak TK.

Dia berharap, pemerintah daerah segera bisa menyelesaikan sengketa lahan dan siswa bisa belajar dengan nyaman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X