4 Anak di Simalungun Terjangkit Difteri, 1 Meninggal Dunia

Kompas.com - 06/12/2019, 15:11 WIB
Dokter spesialis anak yang juga konsultan infeksi tropis RSUP HAM, dr ayodhia Pitaloka Pasaribu MKed (Ped) SpA PhD (CTM) mengatakan, ada 4 anak dari Simalungun yang dirawat di RSUP HAM, satu di antaranya meninggal dunia. KOMPAS.COM/DEWANTORODokter spesialis anak yang juga konsultan infeksi tropis RSUP HAM, dr ayodhia Pitaloka Pasaribu MKed (Ped) SpA PhD (CTM) mengatakan, ada 4 anak dari Simalungun yang dirawat di RSUP HAM, satu di antaranya meninggal dunia.

MEDAN, KOMPAS.com - Empat anak asal Kabupaten Simalungun, Medan, Sumatera Utara ( Sumut), dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Haji Adam Malik, lantaran terjangkit difteri.

Dari keempat anak tersebut, yakni YS (6), HS (5), RS (3), MS (2), satu di antaranya meninggal dunia.  

"Mereka kakak beradik yang pertama anak laki-laki usia 6 tahun, kedua berusia 3 (RS) dan  MS berusia 2 tahun mereka saat ini sudah membaik jauh dari pertama kali dia datang," ujar salah seorang dokter di RSUP Haji Adam Malik, Ayodhia Pitaloka, Jumat (6/12/2019).

Baca juga: Cegah Penyakit Difteri, Warga Diimbau Tak Menolak Imunisasi

Dia menuturkan, pasien YS yang datang pertama kali sudah didiagnosa probable difteri dengan kondisi leher membengkak, kemudian pseudomembran tertutup.

"Kita berikan terapi dan responsnya sangat bagus. Hari ini sudah bagus semua. Tidak ada lagi membrannya. Kemudian klinis yang lain tidak ada," katanya.

Baca juga: Beredar Pesan Berantai soal Difteri Serang 600 Warga di Solo, Ini Penjelasan Dinkes

Sedangkan, dua adiknya yang datang belakangan tidak dengan leher yang membengkak.

"Tapi yang satu lagi yang paling kecil tidak didiagnosa sebagai difteri karena tidak ada selaput ke arah difteri. Tapi kita tetap melakukan observasi karena pasien berkontak dengan anggota keluarga yang lain," ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk pasien HS (5) yang meninggal dunia, sudah dalam kondisi sesak nafas, leher membengkak, dan terjadi penurunan kesadaran.

"Tekanan darah sudah rendah dan nadi juga halus. Progresif penyakitnya sudah cukup berat, risiko kematiannya juga besar," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X