Solok Selatan Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor

Kompas.com - 06/12/2019, 13:37 WIB
Jembatan Sungai Pangkua Solok Selatan ambruk diterjang banjir,. Karena jembatan itu akses utama maka warga nekad tetap melewatinya KOMPAS.COM/PERDANA PUTRAJembatan Sungai Pangkua Solok Selatan ambruk diterjang banjir,. Karena jembatan itu akses utama maka warga nekad tetap melewatinya

PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor hingga 19 Desember mendatang.

Awalnya masa tanggap darurat yang ditetapkan sejak 22 November 2019 itu berakhir pada Kamis (5/12/2019).

"Namun karena melihat kondisi di lapangan yang masih memerlukan penanganan maka masa tanggap darurat diperpanjang hingga 19 Desember mendatang," kata Kabag Humas Pemkab Solok Selatan, Firdaus Firman yang dihubungi Kompas.com, Jumat (6/12/2019).

Baca juga: 712 Korban Banjir dan Longsor di Solok Selatan Mulai Terkena Penyakit


Menurut Firdaus, sebelum memutuskan perpanjang masa tanggap darurat, pihaknya telah melakukan rapat evaluasi yang hasilnya perlu penangangan bencana lanjutan.

Penanganan lebih lanjut yang perlu dilakukan adalah memulihkan akses jalan dan jembatan yang masih terus berlangsung, termasuk jembatan Sungai Pangkua yang sudah ambruk.

Kemudian melalukan normalisasi sungai yang mengancam 15 rumah milik warga karena intensitas hujan masih tinggi.

"Selain itu, kondisi psikologis masyarakat yang masih mengalami trauma dan masih tinggal di pengungsian menjadi pertimbangan lain untuk memperpanjang masa tanggap darurat," jelas Firdaus.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, akhirnya menetapkan status tanggap darurat akibat bencana banjir selama 14 hari, terhitung mulai Jumat (22/11/2019).

Baca juga: Pengungsi Banjir Bandang Solok Selatan Bertambah, Posko Mulai Sesak

Dampak banjir yang diakibatkan cukup parah. Tercatat ada empat kecamatan yang terdampak yakni Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Sangir, Pauh Duo.

Sebanyak 6.197 orang terdampak akibat peristiwa tersebut. Sebanyak 1.952 rumah terendam, 26 rumah rusak, dan 14 bangunan lainnya mengalami kerusakan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X