Gubernur Kaltim Minta Lahan Ibu Kota Negara Diperluas 180.000 Hektare Lagi untuk Kawasan Hijau

Kompas.com - 05/12/2019, 20:09 WIB
Gubernur Kaltim Isran Noor saat memberikan sambutan dalam acara dialog publik ibu kota negara bersama Bappenas dan tokoh masyarakat Kaltim, di Balikpapan, Rabu (21/8/2019) lalu. KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONGubernur Kaltim Isran Noor saat memberikan sambutan dalam acara dialog publik ibu kota negara bersama Bappenas dan tokoh masyarakat Kaltim, di Balikpapan, Rabu (21/8/2019) lalu.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor meminta penambahan 180.000 hektare lahan untuk kawasan hijau di wilayah ibu kota negara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menetapkan wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara jadi lokasi pemindahan ibu kota negara.

Penambahan areal hijau tersebut menurut Isran sejalan dengan konsep pembangunan ibu kota negara, forest city (hutan kota).

Selain itu, perluasan kawasan itu juga untuk penataan, supaya orang tak membuka lahan untuk kegiatan lain termasuk menghalau spekulan.

Baca juga: Sepaku PPU Jadi Calon Ibu Kota Negara, Warga Diminta Tak Tergiur Tawaran Investor

“Supaya kawasan ibu kota negara betul-betul terpelihara. Kami ingin bangun hutan di ibu kota negara," ungkap Isran, saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kamis (5/12/2019).

Usulan tersebut sudah disampaikan ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dipertimbangkan.

"Lahan tersebut fungsinya menjadi hutan penyangga. Jadi enggak dibangun. Hanya menghijaukan saja. Itu lahan negara semua,” kata dia.

Isran sebelumnya sudah menyiapkan draf peraturan gubernur (Pergub) untuk kawasan khusus non-komersial di lokasi ibu kota negara.

Pergub ini akan diteken setelah ada penentuan titik koordinat.

Baca juga: Lembaga Adat Paser dan PPU di Ibu Kota Negara Minta Bertemu Presiden

Pergub itu juga akan mengamankan lahan dari serbuan para spekulan karena tak ada transaksi jual beli lahan.

Menurut perencanaan Bappenas, luas lahan yang digunakan untuk pembangunan kota inti ibu kota negara seluas 40.000 hektare. Setelah akan dilakukan pengembangan kota.

Kecamatan Sepaku di PPU direncanakan untuk pembangunan istana, sementara wilayah pengembangan akan mengarah ke Kutai Kartanegara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala, Mulai Hilang hingga Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kronologi Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala, Mulai Hilang hingga Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Ini Tujuan Dekranasda Jatim Gelar Lomba Desain Produk dan 3D Printing

Ini Tujuan Dekranasda Jatim Gelar Lomba Desain Produk dan 3D Printing

Regional
Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Regional
4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

Regional
Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X