Mandek Setahun, Proyek Trans-Papua di Nduga Akan Diselesaikan oleh TNI

Kompas.com - 05/12/2019, 15:35 WIB
Sejumlah personel Brimob dikerahkan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan para pekerja proyek pembangunan jembatan Trans Papua di Kabupaten Nduga. AFP/Getty ImagesSejumlah personel Brimob dikerahkan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan para pekerja proyek pembangunan jembatan Trans Papua di Kabupaten Nduga.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pada tahun 2020, TNI akan melanjutkan pembangunan Trans- Papua yang melewati Nduga. Namun, kata pegiat HAM, rencana itu akan memperburuk konflik karena OPM akan terus mengganggu.

Pengerjaan proyek Trans-Papua jalur Wamena - Mamugu yang melewati Nduga sudah mandek selama setahun menyusul insiden penembakan sejumlah pekerja oleh kelompok bersenjata di Papua akhir tahun lalu.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XVIII Jayapura Osman Marbun mengatakan, proyek itu rencananya akan diteruskan oleh pasukan TNI, khususnya Detasemen Zeni Tempur, tahun depan.

Hal itu diwacanakan karena dua kontraktor pembangunan itu, PT Istaka Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero), kata Osman, memutuskan mundur dari proyek itu karena situasi keamanan yang ada.

Baca juga: Kronologi TNI Kontak Senjata dengan KKB di Nduga Papua

"Jadi nanti bentuk kontraknya kita ubah. Ya, dengan kondisi sekarang ini kayaknya paling baik memang dikerjakan oleh TNI secara keseluruhan, baik penanganan fisiknya maupun keamanannya," ujarnya.

Namun, wacana itu dikritik oleh Theo Hasegem, Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, yang yakin wacana itu hanya akan memperbesar konflik.

"Itu bukan justru lebih aman, tapi masyarakat justru tidak nyaman. Kalau TNI melakukan pekerjaan itu, OPM (Organisasi Papua Merdeka) pasti akan terus mengganggu. Itu pasti," ujarnya.

Ribuan penduduk Nduga mengungsi ke berbagai daerah di Papua akibat konflik bersenjata yang terjadi dan belum kembali ke rumah mereka hingga kini.

Baca juga: TNI Kontak Senjata dengan KKB di Nduga Papua


Mengapa TNI dilibatkan?

Para personel TNI menurunkan sejumlah peti mati untuk menampung jenazah korban penembakan di Kabupaten Nduga, Papua. AFP/Getty Images Para personel TNI menurunkan sejumlah peti mati untuk menampung jenazah korban penembakan di Kabupaten Nduga, Papua.
Menanggapi kekhawatiran itu, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XVIII Jayapura, Osman Marbun mengakui dilema yang ada.

"Kita jadi dilema ini. Karena kalau kita tawarkan lagi, kayaknya enggak ada lagi (perusahaan) yang (mau) mengerjakan itu. Itu pendapat saya," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X