Tarif Parkir Belum Naik, Warga Tasikmalaya Justru Sudah Bayar Rp 2.000

Kompas.com - 05/12/2019, 12:05 WIB
Kawasan parkir tepi jalan umum Jalan KHZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Kamis (5/12/2019). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKawasan parkir tepi jalan umum Jalan KHZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Kamis (5/12/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com -  Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berencana bakal menaikan tarif parkir di badan jalan untuk motor sebesar Rp3.000.

Wacana kenaikan tarif parkir ditentang sejumlah masyarkat. Sebab, mereka justru membayar parkir melebihi tarif yang telah dipatok melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 sebesar Rp1.000.

Maman (56), warga asal Cibeureum mengatakan, selama ini petugas parkir mematok tarif parkir untuk sepeda motor seharga Rp2.000 ke sejumlah pengendara.

"Saya tidak tahu kalau parkir motor justru Rp 1.000. Semua warga tahunya Rp 2.000," ujarnya, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: e-Uji Emisi Integrasikan Hasil Uji Emisi Kendaraan dengan Data Pajak dan Tarif Parkir

Dia mengaku, selama delapan tahun sudah membayar parkir sebesar Rp2.000.

"Bayangkan yang seribu lebihnya itu dikali berapa juta orang selama 8 tahun, sekitar puluhan miliaran. Kemana larinya uang itu. Kami merasa tertipu," cetusnya.

Hal senada dikatakan Kuswanto (63). Warga asal Kawalu Kota Tasikmalaya menuturkan, selama ini petugas parkir resmi jika diberi uang parkir kurang dari dua ribu, selalu mengatakan ongkos parkir kurang.

"Bisa dibanyangkan berapa ratus titik parkir resmi pemerintah di tepi jalan. Itu uang parkir dari motor saja, belum mobil dan kendaraan besar lainnya. Memang ruginya sepele cuma seribu. Tapi kalau dikalikan, berapa juta orang yang tertipu dan dikalikan lagi selama delapan tahun jadi berapa," ungkapnya.

Karena itu, dia berharap Pemkot Tasikmalaya untuk membatalkan wacana kenaikan tarif parkir tersebut.

Baca juga: Viral Bus Ditarik Rp 50.000, Ini Tarif Parkir di Kota Malang Sesungguhnya

 

Menurut dia, diduga ada oknum yang bermain untuk menguntungkan dirinya sendiri dibalik peraturan daerah perparkiran. 

"Selama ini pemerintah mengaku penghasilan retribusi parkir sedikit. Jadi ini yang kaya tukang parkir, atau ada oknum yang bermain sampai uangnya enggak masuk ke pemerintah," kata dia.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Regional
Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Regional
Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Regional
Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Regional
Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Regional
Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Regional
Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Regional
Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Regional
Patroli di Selat Malaka, Bea Cukai Amankan 17.000 Botol Miras dan 500.000 Batang Rokok Ilegal

Patroli di Selat Malaka, Bea Cukai Amankan 17.000 Botol Miras dan 500.000 Batang Rokok Ilegal

Regional
SMS Terkendala, Pendaftaran Vaksinasi di RSUP M Djamil Padang secara Manual

SMS Terkendala, Pendaftaran Vaksinasi di RSUP M Djamil Padang secara Manual

Regional
48 Pengungsi Gempa Majene Dipulangkan ke Asalnya di Jawa Timur

48 Pengungsi Gempa Majene Dipulangkan ke Asalnya di Jawa Timur

Regional
Paslon Ngebas Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kabupaten Semarang

Paslon Ngebas Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kabupaten Semarang

Regional
Selain Haji Permata, Anak Buahnya Juga Tewas Tertembak Petugas Bea Cukai

Selain Haji Permata, Anak Buahnya Juga Tewas Tertembak Petugas Bea Cukai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X