[POPULER NUSANTARA] Warung Mak Eha di Bandung yang Melegenda | Kampung Anggur di Bantul

Kompas.com - 05/12/2019, 06:06 WIB
Mak Eha (89 tahun). KOMPAS.com/RENI SUSANTIMak Eha (89 tahun).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah warung di Pasar Cihapit. Kota Bandung melegenda. Warung tersebut dibuka pada tahun 1947 oleh Ibu Nok. Warung tersebut kemudian dikelola anaknya, Mak Eha sepulang dari Agresi Militer II di Yogyakarta

Sementara itu di Bantul, Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo dikenal dengan kampung anggur. Julukan kampung anggur berawal saat Rio Aditya salah satu warga desa menanam anggur lokal pada tahun 2010.

Pada tahun 2014, dia menanam anggur asal Ukraina. Saat ini hampir 85 persen warga di desa tersebut menanam anggur di kebun dan halaman rumah.

Dua berita tersebut mendapatkan perhatian banyak para pembaca. Berikut lima berita populer nusantara selengkapnya:


1. Warung Mak Eha di Bandung yang melegenda

Warung Mak Eha hingga kini masih menggunakan beberapa alat masak tradisional. KOMPAS.com/RENI SUSANTI Warung Mak Eha hingga kini masih menggunakan beberapa alat masak tradisional.
Pada tahun 1947, Mak Nok mendirikan warung di Pasar Cihapit, Kota Bandung. Setelah Agresi Militer II di Yogyakarta, sang anak yang dikenal dengan Mak Ehak meneruskan warung milik ibunya.

Saat ini Mak Eha sudah berusia 89 tahun. Namun ia masih setia mengelola warungnya.

Dulu ada menu khusus yang disukai orang Belanda yakni kentang ongklok. Menu tersebut dibuat dari kentang rebus yang penyajiannya dicampur susu murni.

Sayangnya menu tersebut kini tak dijual.

Di warung Mak Eha, makanan disajikan secara prasmanan di atas meja.

Ada gepuk, ayam goreng, ayam bakar, rendang, pepes jamur, sayur kepala kakap, dan tentunya tiga jenis sambal.

Baca juga: Warung Mak Eha yang Melegenda: Pelanggannya Mulai Orang Belanda, Keluarga Soekarno hingga Artis

2. Kampung anggur di Bantul

Salah Seorang Inisiator Kampung Anggur, Rio Aditya Sedang Memetik Anggur di Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul. Selasa (03/12/2019)KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Salah Seorang Inisiator Kampung Anggur, Rio Aditya Sedang Memetik Anggur di Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul. Selasa (03/12/2019)
Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, di Kabupaten Bantul, Yogyakarta dikenal dengan kampung anggur.

Julukan tersebut berawal saat Rio Aditya warga sekitar mulai menanam anggur jenis lokal jenis isabela pada tahun 2010.

Lalu pada tahun 2014, ia mengganti tanamannya dengan anggur ninel berasal dari Ukrania.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X