Ini Motif di Balik Aksi Pria Bersenjata yang Ditembak Polisi di Aceh

Kompas.com - 04/12/2019, 19:32 WIB
Polisi memperlihatkan barang bukti kasus penembakan terhadap AD di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (3/12/2019) KOMPAS.com/MASRIADI Polisi memperlihatkan barang bukti kasus penembakan terhadap AD di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (3/12/2019)

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Polisi menyebut motif ekonomi menjadi pemicu AD alias Raman Peudeung alias Raman Teuntra beraksi di Desa Punteut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Pasalnya, pria itu kerap meminta sejumlah uang pada kepala desa, kontraktor dan masyarakat di kecamatan tersebut.

“Dia itu sering mengancam warga jika tak diberi uang,” sebut Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang, Rabu (4/12/2019).

Selain itu, pelaku juga meminta agar seluruh sekolah di kecamatan itu mengajarkan hanya pelajaran agama saja. Tidak ada pelajaran lainnya.

Baca juga: Polisi Temukan Granat di Persembunyian Pria Bersenjata Api di Aceh

Dia menyebutkan, warga telah melaporkan kasus itu ke Polsek Sawang, Aceh Utara. Sehingga dilakukan pendalaman.

Apalagi lewat akun facebooknya pelaku mengancam akan membunuh TNI dan Polri.

“Aksinya sangat meresahkan masyarakat. Sehingga Kapolda menginstruksikan segera dilakukan penangkapan,” katanya.

Polisi sita senjata rakitan dan granat

Barang bukti yang disita dari pelaku berupa satu unit senjata api laras panjang rakitan. 

Senjata itu memiliki dua laras sehingga apabila ditembakkan akan keluar dua unit peluru.  Kemudian, di badan pelaku ditemukan rompi anti peluru.

Granat nanas dan bahan peledak yang telah dimusnahkan di markas Brimob Jeulikat, Lhokseumawe.

Sebelumnya diberitakan AD tewas ditembak setelah melawan petugas. Saat itu, AD datang untuk mengambil uang pada salah satu warga.

Saat ditangkap, AD menurut polisi langsung menembak. Sehingga dibalas tembakan dari petugas dan AD tewas di lokasi kejadian.

Baca juga: Ini Kronologi Penembakan Pria Bersenjata yang Tembaki Polisi di Aceh



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Regional
Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Regional
Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X