Hakim PN Medan Diduga Dibunuh, 22 Saksi Diperiksa, Polisi Tak Mau Gegabah

Kompas.com - 04/12/2019, 19:21 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto

MEDAN, KOMPAS.com - Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menegaskan bahwa hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin (55) diduga merupakan korban pembunuhan.

Agus berkata 'iya' dengan lugas ketika ditanya apakah korban dibunuh.

Usai menerima kunjungan spesifik 9 anggota Komisi 3 DPR RI pada Rabu sore tadi (4/12/2019), Agus mengatakan, saat ini Polrestabes Medan sedang bekerja mengungkap kasus tersebut.

"Tadi ditekankan bahwa Pak Fachri (Mulfachri Harahap) sebagai ketua tim kunjungan spesifik ke Polda Sumut harapannya kasus ini segera terungkap," katanya.

Baca juga: Sosok Hakim PN Medan yang Tewas Dalam Mobil Dikenal Ramah dan Royal

Dijelaskannya, dalam pengungkapan kasus dugaan pembunuhan Jamaluddin, pihaknya sudah memeriksa 22 orang saksi. Namun demikian, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Kita mau menduga orang sebagai pelaku itu kan tidak boleh gegabah," katanya.

Saat ini, pihaknya masih mendalami semua alibi, alat bukti yang ada.

Agus menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik, mayat sudah kaku dan mulai lemas dan mulai kembali lembap mengarah pembusukan.

"Artinya korban meninggal antara 12-20 jam (sebelumnya). Artinya bahwa ya, kita nanti akan mendetail ke sana. Pelan-pelan," katanya.

Dikatakannya, pemeriksaan cairan lambung yang dilakukan untuk mencari tahu apakah ada racun atau bahan-bahan yang membahayakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X