Diterjang Angin Kencang dan Hujan, Bangunan SD di Sukabumi Ambruk

Kompas.com - 04/12/2019, 18:40 WIB
Sejumlah pelajar melihat-lihat bangunan ruang kelaa ambruk di SDN Sangkalih, Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). KOMPAS.COM/BUDIYANTOSejumlah pelajar melihat-lihat bangunan ruang kelaa ambruk di SDN Sangkalih, Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Diguyur hujan beberapa hari sebelumnya, bangunan SD Negeri Sangkalih, Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya ambruk, Selasa (3/12/2019) petang.

Bangunan ambruk merupakan ruang kelas dua yang berlokasi paling ujung dari deretan ruangan kelas lainnya.

Sedangkan dua ruang kelas di sebelahnya merupakan bangunan yang baru diperbaiki tahun 2018 lalu.

Tidak ada korban jiwa dan luka pada peristiwa saat angin kencang yang selanjutnya disertai hujan deras menerjang kampung setempat.

Baca juga: Setelah Diguyur Hujan Deras, Satu Unit Rumah Subsidi Ambruk di Sukabumi

Bergiliran sekolah

''Bangunannya ambruk Selasa petang kemarin. Saat itu tidak ada proses belajar mengajar,'' ungkap Kepala SDN Sangkalih, Ading Suparta kepada Kompas.com di sekolah, Rabu (4/12/2019).

Dia menuturkan sejak dua pekan yang lalu saat musim hujan mulai turun, ruangan tersebut sudah tidak digunakan sebagai ruang proses kegiatan belajar mengajar.

Para siswa kelas dua sudah menempati ruangan kelas satu secara bergiliran. Anak-anak kelas satu pada pagi harinya, sedangkan anak-anak kelas dua mulai masuk jam sepuluh.

''Mengenai ruang kelas yang semakin mengkhawatirkan sudah dilaporkan ke pengawas,'' tutur Ading yang mulai bertugas sejak tahun 2017.

Baca juga: Ayah, Menantu, dan Tetangganya Tewas Terjatuh dalam Sumur di Sukabumi yang Diduga Beracun

Kondisi memprihatinkan, kamar mandi tak ada air

Sebenarnya, saat dia mulai bertugas sudah ada tiga ruang kelas (lokal) yang kondisinya memprihatinkan. Dia pun mengajukan perbaikan tiga ruang kelas itu kepada Dinas Pendidikan.

''Yang turun (anggaran) perbaikan saat itu dua lokal, ya kalau tidak diambil sayang juga makanya diambil dua ruang kelas. Sedangkan yang satu lokal (ruang kelas) akhirnya dipakai saja,'' ujar dia.

Menurut Ading di sekolahnya ini hanya terdapat lima lokal ruang kelas, sehingga ada satu ruang yang digunakan untuk dua kelas secara bergantian yaitu kelas satu dengan kelas dua.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X