Polisi Tangkap 2 Pelaku Penipuan Berkedok Investasi Arisan Online

Kompas.com - 04/12/2019, 17:19 WIB
Para ibu muda yang jadi korban penipuan berkedok investasi arisan online saat mendatangi ruangan SPKT Polda Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (4/12/2019). Kompas.com/HIMAWAN Para ibu muda yang jadi korban penipuan berkedok investasi arisan online saat mendatangi ruangan SPKT Polda Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (4/12/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi menangkap dua pelaku penipuan berkedok investasi arisan online di Kota Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, kasus penipuan ini bermula ketika para korban ditawari di media sosial Facebook untuk bergabung dalam bisnis arisan online.

"Pelaku ditangkap setelah korban yang berjumlah 150 orang melapor ke polisi," ujarnya, Rabu (4/12/2019). 

Baca juga: Penipuan Online Marak di Aceh, Polisi Terima Laporan 10 Kasus

Ibrahim menambahkan, di grup tersebut, korban diimingi bakal mendapat keuntungan minimal Rp 10 juta.

"Pelaku berjumlah dua orang sudah kami amankan. Saat ini mereka sedang kita dalami keterangannya," kata dia.

Tergiur akan keuntungan tersebut, korban rela menyetorkan dana sebesar Rp 100 juta hingga Rp 800 juta.

"Uang itu ceritanya seperti diputar. Dijadwalkan siapa yang dapat untuk dua minggu ke depan. Siapa yang belum. Umumnya begitu, tapi kita masih dalami lagi," kata Ibrahim.

Baca juga: Polri Ungkap Sindikat Penipuan Online yang Dikendalikan dari Lapas

Dia menambahkan, keuntungan baru bisa diperoleh setelah 14 hari sejak korban menyetorkan dananya.

"Kami membuka pos pengaduan terbuka 24 jam bagi warga yang merasa menjadi korban. Ini baru ada 150 korban yang melapor dengan nilai kerugian Rp 6 miliar," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Regional
Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Regional
Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X