Soal Beras Berbau Apak, Edy Rahmayadi: Jangan Jadi Polemik

Kompas.com - 04/12/2019, 14:04 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi mencium beras yang disimpan di Gudang Bulog di Jalan Mustafa, Medan. Di gudang ini, dia dan jajarannya serta Dirjen PKTN Kemendag RI menemukan sebagian beras berbau yang tersimpan sejak akhir 2018. KOMPAS.COM/DEWANTOROGubsu Edy Rahmayadi mencium beras yang disimpan di Gudang Bulog di Jalan Mustafa, Medan. Di gudang ini, dia dan jajarannya serta Dirjen PKTN Kemendag RI menemukan sebagian beras berbau yang tersimpan sejak akhir 2018.

MEDAN, KOMPAS.com - Beras berbau apak ditemukan di Pusat Pasar Medan dan gudang Bulog di Jalan Mustafa, Medan pada Rabu (4/12/2019) oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan jajarannya bersama dengan Direktur Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag RI, Veri Anggriono.

Edy menyebut sedang mengevaluasi agar tidak menjadi polemik.

"Tidak mengecewakan lah ya. Sedang kita evaluasi, tolong (ini) tidak dijadikan apa ya. Ini dalam rangka mengevaluasi bersama Pak Dirjen ini. Kita mengevaluasi. Tolong jangan dijadikan polemik. Nanti rakyat semakin tidak mau beli beras kan repot lagi kita. Kita mencari yang terbaik. Bulog ini milik kita," katanya.

Baca juga: Kunjungi Pusat Pasar di Medan, Edy Rahmayadi Temukan Beras Bau Apek

Apalagi, menurutnya saat ini sudah menjelang akhir tahun. Ketersediaannya, kata dia, masih begitu memadai. Dijelaskannya, stok beras sudah dipikirkan oleh pemerintah dan tidak ada masalah.

"Yang tadi disampaikan defisit (ternyata)tidak. Ada berapa gudang ini gudang ketiga dan masih segini banyak," katanya saat di Gudang Bulog. 

Menurutnya, kondisi seperti ini masih dipelajari.

Direktur Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag RI, Veri Anggriono, datang dari Jakarta mengambil sampel untuk dipelajari di laboratorium.

"Ini nanti kita evaluasi dulu bagaimana nanti Pak Dirjen," katanya.

Dikatakannya, selaku Gubernur Sumatera Utara, dia tidak mau rakyatnya sakit dan kecewa.

"Saya tak mau rakyat saya sakit, kecewa. Tapi saya tidak bisa semena-mena menghardik, memutuskan karena harus intelelktual, ilmiah. Harus dari laboratorium," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X