Dedi Mulyadi: Selamatkan Bandung Utara dari Serbuan Properti

Kompas.com - 04/12/2019, 09:02 WIB
Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi. handoutWakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi.

KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengimbau agar semua pihak untuk bersama-sama menghentikan kerusakan lingkungan di daerah resapan air di Kabupaten Bandung Utara, Jawa Barat, untuk kepentingan properti dan produksi pertanian.

Sebab, kata Dedi, saat ini kawasan yang berada di Desa Cimenyan itu sudah rusak sehingga bisa menimbulkan bencana banjir dan longsor jika hujan turun dengan curah tinggi.

Dedi mengatakan, Bandung, terutama di kawasan utara, adalah seksi sejak beberapa puluh tahun ke belakang karena udaranya sangat sejuk dan pemandanganya sangat indah. Keindahan Bandung utara itu menggoda pengusaha industri properti seperti perhotelan, permukiman dan perdagangan. Apalagi didukung oleh regulasi yang longgar.

"Jelas memberikan godaan besar bagi pemerintah dan masyarakat. Di dalamnya ada berbagai regulasi yang menggiurkan. Namun efeknya kawasan Bandung sekarang seperti tak terkendali," kata ketua DPD Golkar Jawa Barat ini, kepada Kompas.com, Rabu (4/12/2019).

Baca juga: Ridwan Kamil Janji Percepat Penataan Kawasan Bandung Utara

Dedi mengatakan, kondisi alam Bandung utara, baik di atas dan maupun bawah, sudah rusak. Di bagian atas hutannya sudah gundul dan beralih fungsi menjadi perkebunan dan properti. Rawanya juga sudah mengering.

"Selamatkan kawasan Bandung utara dari serbuan kepentingan properti dan pertanian," kata Dedi.

Dia mengatakan, masalah kerusakan lingkungan itu harus segera diselesaikan. Jangan lagi menunggu waktu.

Pada musim hujan ini, lanjut dia, seluruh kekuatan harus digerakkan untuk reboisasi dan penghutanan kembali kawasan Bandung utara.

"Serta ini yang sangat penting, yakni penataan tata ruang agar ruang-ruang untuk kepentingan di luar hutan mulai dikurangi," tandas mantan bupati Purwakarta dua periode ini.

Dedi menduga ada pelanggaran aturan terkait tatang ruang wilayah. Batas luas lahan untuk kepentingan di luar kawasan hutan melebihi aturan yang sudah ditetapkan 20 persen.

"Walaupun sudah dikasih aturan 20 persen untuk kepentingan di luar kawasan hutan, namun prkatiknya lebih dari 20 persen karena godaan," kata Dedi.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Regional
Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Regional
Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Regional
Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Regional
Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Regional
Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Regional
Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Regional
Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Regional
Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Regional
Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama

Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X