4 Fakta Pria Teror Warga dengan Senjata Api Rakitan dan Rompi Diduga Berisi Bom di Aceh Utara

Kompas.com - 04/12/2019, 08:11 WIB
Ilustrasi penembakan ShutterstockIlustrasi penembakan

KOMPAS.com - Seorang pria berinisial AD (37) alias Raman Teuntra di Aceh Utara terpaksa dilumpuhkan aparat kepolisian setelah mengancam warga dengan menggunakan senjata api rakitan serta rompi yang diduga berisi bom.

Tim Polres Lhokseumawe, menembak pelaku di sebuah rumah di Desa Peunteut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (1/12/2019), sekitar pukul 22.00 WIB.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang menjelaskan, peristiwa tersebut berawal dari kasus pengibaran bendera hijau bergambar pedang dan bulan, yang diketahui adalah bendera Pasukan Pedang, Sawang.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Bendera Pasukan Pedang dan sekolah dibakar

Indra menjelaskan, para hari Sabtu (22/11/2019), sebuah bendera dari kelompok Pasukan Pedang iberkibar di tiang bendera SDN 17 Sawang.

Lalu, pada sisi tiang bawah dipasang perangkat yang diduga sejenis bom rakitan.

“Informasi ini lalu kita tindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan tim penjinak bom Brimob. Lokasi itu kita sterilkan,” kata Indra.

Lalu, pada 25 November 2019 sekitar 21.00 WIB polisi menerima informasi salah satu bangunan SDN 17 Sawang dibakar pelaku.

“Setelah itu, Bapak Kapolda Aceh membentuk tim untuk mengungkap teror dan pembakaran gedung sekolah itu,” kata Indra.

Baca juga: Ini Kronologi Penembakan Pria Bersenjata yang Tembaki Polisi di Aceh

2. Libatkan 100 personel polisi tangkap AD

Pada, 1 November 2019, pukul 17.00 WIB , tim yang berjumlah 100 personel bergerak ke Sawang.

Sekitar kemudian pukul 18.30 WIB tim mulai melakukan pengintaian di titik yang akan dilewati pelaku AD.

“Tepat pukul 19.00 WIB, RA terdeteksi melewati lokasi tersebut lengkap dengan atribut senjata dan mengenakan rompi yang sama persis seperti yang diposting di media sosial," kata Indra.
"Kemudian petugas berusaha menyergap, namun pelaku berusaha kabur sambil menembak kea rah polisi.”

Saat itulah terjadi kontak senjata hingga pelaku terjatuh di area persawahan. Saat mendekati pelaku DA, polisi kembali ditembaki dengan senjata oleh DA.

Namun tembakan DA meleset. Tak lama kemudian pelaku diketahui sudah tewas.

Baca juga: Bus Trans Jogja Tabrak Pelajar, Ombudsman Minta Klarifikasi Pengelola

3. Kenakan rompi anti peluru yang diduga berisi bom

Sementara itu, Wakil Kepala Polda Aceh Brigjen Supriyanto Tarah membenarkan informasi mengenai kejadian itu.

Bahkan, menurut Supriyanto, AD awalnya mendatangi salah satu rumah warga desa itu untuk meminta uang sebesar Rp 10 juta.

Namun, AD mengancam jika tidak diberikan uang, warga tersebut akan dibunuh.

"Begitu AD tiba di lokasi, polisi berusaha menangkap. Namun, pelaku ternyata membawa senjata api dan menembak ke arah polisi, sehingga petugas memberikan perlawanan lewat tembakan juga,” kata Supriyanto.

Supriyanto menyebutkan, pelaku diketahui mengenakan rompi anti peluru. Bahkan, di dalam rompi itu diduga ada bom. Bom itu telah dievakuasi oleh tim penjinak bom dari Brimob Kompi B Jeulikat, Lhokseumawe.

Baca juga: Main Ponsel di Tengah Sawah, 6 Warga Tersambar Petir, 1 Tewas

4. Polisi sita senjata rakitan dan granat

Setelah itu, polisi memastikan lokasi penembakan tidak ada bahan peledak, barulah jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Utara.

“Lalu diserahkan ke keluarga,” pungkasnya.

Barang bukti yang disita satu senjata api rakitan, selembar bendera dan satu granat. 

Baca juga: Ini Kronologi Penembakan Pria Bersenjata yang Tembaki Polisi di Aceh

(Penulis: Kontributor Lhokseumawe, Masriadi | Editor: Abba Gabrillin, Aprillia Ika)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

Regional
Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Regional
Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Regional
Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Regional
Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Regional
Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Regional
Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Regional
Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Regional
2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

Regional
Iseng 'Booking' Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Iseng "Booking" Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Regional
Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Regional
3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X