Kompas.com - 04/12/2019, 07:44 WIB
Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY Budhi Masthuri saat memberikan keterangan kepada wartawan usai meminta klarifikasi PT AMI. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAKepala Ombudsman RI Perwakilan DIY Budhi Masthuri saat memberikan keterangan kepada wartawan usai meminta klarifikasi PT AMI.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Ombudsman RI perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (ORI DIY) meminta klarifikasi terkait pengelolaan manajemen di PT Anindiya Mitra Internasional (AMI) Yogyakarta sebagai pengelola sekaligus operator Bus Trans Jogja.

ORI meminta klarifikasi, menyusul peristiwa kecelakaan di simpang empat UPN yang menyebabkan satu orang pengendara sepeda motor meninggal dunia.

"Hari ini, kami menghadirkan PT AMI sebagai pengelola sekaligus operator Trans Jogja, yang beberapa hari lalu mengalami insiden serius," ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY Budhi Masthuri, usai meminta klarifikasi, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Ini Alasan Sopir Bus Trans Jogja Terobos Lampu Merah dan Tabrak Pelajar hingga Tewas

Budhi menyampaikan ORI DIY tidak fokus pada penanganan insiden. Sebab sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

Progres penanganan yang dilakukan oleh kepolisian juga sudah cukup bagus. Kepolisian juga sudah menetapkan pengemudi bus Trans Jogja sebagai tersangka.

Karenanya, ORI DIY fokus pada pengelolaan manajemen di PT AMI.

"Pada kesempatan klarifikasi ini, kami lebih meminta PT AMI untuk menjelaskan soal pengelolaan manajemen. Dari mulai mendidik SDM, sampai manajemen risiko," bebernya.

Menurutnya, ada dua yang mengelola Trans Jogja yakni PT AMI dan PT Jogja Tugu Trans (JTT). PT AMI sebagai pengelola dan PT JTT sebagai operator Bus Trans Jogja.

"Ada PT AMI dan ada PT JTT. JTT ini yang swasta murni karena dibentuk konsorsium dari berbagai pihak, dan Kami pastikan bus kemarin (kecelakaan) adalah milik AMI," ungkapnya.

Budhi mengungkapkan, dari klarifikasi ada temuan yang menarik. Setiap bus Trans Jogja tidak ditarik uang setoran maupun poin. Namun setiap bus ditarget interval waktu. Interval waktu yang ditetapkan untuk PT AMI dan PT JTT berbeda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X