Sidang Suap Bupati Muara Enim, Mengaku Pinjam Mobil hingga Wakil Bupati Bantah Terima Fee

Kompas.com - 04/12/2019, 07:26 WIB
Bupati Muara Enim Ahmad Yani dihadirkan menjadi saksi dalam kasus suap proyek fee pembangunan untuk terdakwa Robi Okta Fahlevi di Pengadilan Negeri Kelaa 1A Palembang, Selasa (3/12/2019). Dalam sidang itu, Ahmad Yani membantah menerima suang sebesar Rp 12,5Miliar serta dua unit mobil jenis Lexus dan Tata KOMPAS.COM/AJI YK PUTRABupati Muara Enim Ahmad Yani dihadirkan menjadi saksi dalam kasus suap proyek fee pembangunan untuk terdakwa Robi Okta Fahlevi di Pengadilan Negeri Kelaa 1A Palembang, Selasa (3/12/2019). Dalam sidang itu, Ahmad Yani membantah menerima suang sebesar Rp 12,5Miliar serta dua unit mobil jenis Lexus dan Tata

 

PALEMBANG, KOMPAS.com- Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan sebanyak sembilan orang saksi dalam sidang lanjutan suap proyek pembangunan jalan di Kabupaten Muara Enim yang menjerat kepala daerah setempat di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Selasa (3/12/2019).

Dalam sidang untuk terdakwa Robi Okta Fahlevi selaku pemilik PT Indo Paser Beton sebagai pelaku suap, JPU menghadirkan saksi di antaranya Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Wakil Bupati Muara Enim Juarsah, Ketua DPRD Muara Enim Aries HB serta Elfin MZ Muchtar Kabid Pembangunan Jalan Dinas PUPR Muara Enim serta Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi.

Baca juga: KPK Dalami Dugaan Aliran Dana ke Pihak Lain dalam Kasus Suap Bupati Muara Enim

Dakwaan jaksa untuk Robi sebelumnya disebutkan, Bupati Muara Enim Ahmad Yani menerima fee sebesar Rp 12,5 miliar dari total 16 paket proyek pembangunan jalan dana aspirasi DPRD sebesar Rp 129 miliar.

Kemudian, Wakil Bupati Muara Enim Juarsah mendapat Rp 2 miliar, Ketua DPRD Muara Enim Aries HB Rp 3,3 Miliar, Plt Kepala Dinas PUPR Ramlan Suryadi Rp 1,5 miliar dan Kabid Pembangunan Jalan PUPR Elfin MZ Muchtar sebesar Rp 2,6 miliar.

 

Plt kepala dinas mengaku tidak tahu

Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi yang mengaku tidak mengetahui seputar kasus tersebut.

Hal itu membuat Jumaida, hakim anggota menjadi kesal.

Bahkan, ia meminta kepada jaksa untuk menjadikan Ramlan sebagai terdakwa karena memberikan keterangan berbelit.

"Saudara tahu dana aspirasi itu?," tanya Jumaida saat sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Selasa (3/12/2019).

"Saya tidak tahu yang mulia,"ujar Ramlan.

Baca juga: Warga Tanam Jagung di Proyek Saluran Air Hujan yang Berhenti karena Dugaan Suap

Mendengar jawaban tersebut, hakim kembali mencecar Ramlan seputar fee proyek serta pembelian ponsel Samsung Note 10 kepada saksi.

Lagi-lagi, jawaban Ramlan tetap tidak tahu hingga akhirnya membuat Jumaida berang.

"Jaksa, saya perintahkan jadikan dia (Ramlan) terdakwa,"ucap Jumaida.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPU Roy Riadi usai sidang mengatakan,mereka akan mempelajari dulu berkas pemeriksaan Ramlan untuk menaikkan statusnya sebagai terdakwa. Sebab, sejauh ini masih sebagai saksi.

"Kalau alat buktinya cukup akan kita jadikan sebagai tersangka,"ujar Roy.

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Regional
Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Regional
Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Regional
Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Regional
8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

Regional
1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

Regional
Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Regional
Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Regional
Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Regional
Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Regional
Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Regional
Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Regional
Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Regional
Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Regional
Suara Knalpot Bising Hampir Memicu Bentrokan Warga di Tasikmalaya

Suara Knalpot Bising Hampir Memicu Bentrokan Warga di Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X