Pemkot Tegal Uji Coba Pengaspalan Jalan Berbahan Dasar Sampah Plastik

Kompas.com - 03/12/2019, 22:29 WIB
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan wakilnya M. Jumadi secara simbolis memulai pengaspalan jalan balai kota dengan aspal berbahan dasar sampah plastik, Selasa (3/12/2019) KOMPAS.com/Tresno SetiadiWali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan wakilnya M. Jumadi secara simbolis memulai pengaspalan jalan balai kota dengan aspal berbahan dasar sampah plastik, Selasa (3/12/2019)

TEGAL, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, melakukan terobosan mengaspal jalan menggunakan bahan dasar sampah plastik.

Uji coba pengaspalan dilakukan di sepanjang jalan dengan luas 1.800 meter persegi di Komplek Balai Kota Tegal, Selasa (3/12/2019).

"Tentu saya berharap uji coba ini berhasil tidak ada kendala. Sehingga nanti selanjutnya akan diterapkan untuk seluruh jalanan di Kota Tegal,” kata Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono.

Baca juga: Kota Bandung Darurat Sampah, Sampah Plastik Ditarget Turun 10 Persen

Dedy menyebut, keunggulan menggunakan bahan dasar sampah plastik dinilai mampu memperkuat struktur jalan.

Ke depan, pihaknya akan memprioritaskan menggunakan sampah plastik untuk pengaspalan jalan di Kota Tegal

“Kita laksanakan secara bertahap, dengan skala prioritas mendahulukan jalan yang rusak lebih dahulu untuk diperbaiki,” ujar Dedy.

Sementara itu, Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Edi Rivai mengatakan pengaspalan dengan menggunakan sampah plastik bisa mengatasi persoalan yang selama ini menjadi momok menakutkan.

Baca juga: Khofifah Sebut Sampah Plastik yang Jadi Bahan Bakar Pabrik Tahu Masuk Bersama Impor Bahan Kertas

Menurut dia, jika dikelola dengan benar, sampah plastik akan sangat bermanfaat, bahkan bernilai ekonomis tinggi.

Edi menjelaskan, jenis sampah yang bisa diolah untuk aspal plastik adalah jenis kantong plastik atau kantong kresek yang merupakan plastik dengan nilai terendah.

Inaplas, kata dia, sudah bekerja sama dengan Kementrian PUPR, membangun jalan sepanjang 22 km di 43 titik lokasi, termasuk di Kota Tegal menggunakan bahan sampah plastik.

“Hasil riset PUPR kekuatan jalan meningkat 40 persen, dengan demikian biaya perawatan jalan akan lebih murah, lebih efisien dan lingkungan akan lebih baik,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X