Bukan Meminjam, Bupati Muara Enim Disebut Minta Dibelikan Lexus

Kompas.com - 03/12/2019, 21:37 WIB
Bupati Muara Enim Ahmad Yani saat menjadi saksi untuk terdakwa Robi Okta Fahlevi terkait kasus suap proyek pembangunan jalan sebesar Rp 12,5 Miliar yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang,  Selasa (3/12/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRABupati Muara Enim Ahmad Yani saat menjadi saksi untuk terdakwa Robi Okta Fahlevi terkait kasus suap proyek pembangunan jalan sebesar Rp 12,5 Miliar yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Selasa (3/12/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Direktur PT Indo Paser Beton Robi Okta Fahlevi yang menjadi terdakwa kasus suap fee proyek pembangunan jalan, membantah pernyataan Bupati Muara Enim Ahmad Yani yang mengaku meminjam mobil atas inisitif dari dirinya.

Menurut Robi, pemberian mobil jenis Lexus dan Tata merupakan pemerintaan dari Bupati terkait fee proyek pembangunan jalan dari dana aspirasi sebesar Rp 12,5 miliar.

Baca juga: Minta Jatah Mobil Lexus, Bupati Muara Enim: Hanya Pinjam

"Saya keberatan yang mulia, mobil Tata itu bukan inisiatif saya meminjamkan atau memberikan. Itu inisiatif Bupati. Untuk Lexus, saat itu Bupati banyak tamu dari mana-mana. Beliau meminta saya membelikan mobil Land Cruiser atau Lexus," kata Robi, dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Selasa (3/12/2019).

Dalam kesaksiannya, Ahmad Yani mengaku jika dua unit mobil tersebut dipinjamkan kepada dirinya, atas inisiatif Robi.

Sebab, saat itu, Pemerintah Kabupaten Muara Enim sedang 'kebanjiran' tamu mulai dari pejabat kementerian hingga eselon.

"Robi mobilnya banyak, jadi dipinjamkan. Ada delapan apa tujuh. Saat itu lagi banyak yang datang ke Muara Enim yang mulia. Jadi pinjam mobil Robi," ujar Ahmad Yani.

Baca juga: KPK Dalami Dugaan Aliran Dana ke Pihak Lain dalam Kasus Suap Bupati Muara Enim

Selain itu, Ahmad Yani pun membantah telah menerima aliran suap fee proyek 16 paket pembangunan jalan di Muara Enim dari Robi. Ia mengaku tak mengetahui perihal hal itu.

"Saya tidak tahu yang mulia, baru tahu kalau ada fee sebesar itu setelah di KPK," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Regional
Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di 'Homestay' Bali

Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di "Homestay" Bali

Regional
Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Regional
Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Regional
Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Regional
Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Regional
DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di 'Homestay', Diduga Dibunuh

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di "Homestay", Diduga Dibunuh

Regional
Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Regional
Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Regional
Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Regional
Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 36 kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 36 kali Guguran Lava Pijar

Regional
Rumah Terendam Banjir, Bayi Berusia Sehari Dievakusi Gunakan Perahu, Ibu: Tidak Bisa Lagi Bertahan

Rumah Terendam Banjir, Bayi Berusia Sehari Dievakusi Gunakan Perahu, Ibu: Tidak Bisa Lagi Bertahan

Regional
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Manado, Evakuasi dengan Cara Manual

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Manado, Evakuasi dengan Cara Manual

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X