Waspada Ancaman DBD, Warga Karawang Ciptakan Mesin Fogging Ramah Lingkungan

Kompas.com - 03/12/2019, 19:50 WIB
Pemberian mesin fogging elektrik ramah lingkungan di Desa Dawuhan Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Selasa (3/12/2109). KOMPAS.COM/FARIDAPemberian mesin fogging elektrik ramah lingkungan di Desa Dawuhan Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Selasa (3/12/2109).

KARAWANG, KOMPAS.com - Memasuki awal musim penghujan pada Desember ini, demam berdarah dengue ( DBD) perlu diwaspadai.

Di Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang misalnya, pada 2015 dan 2016 didapati 100 kasus DBD.

Bahkan, menurut data tahun 2016 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, kasus DBD mencapai 1.059 kasus, dan menunjuk Desa Dawuan Barat sebagai salah satu desa endemis DBD.

Berangkat dari hal itu, PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Cikampek berkolaborasi dengan Kelompok Pos Pelayanan Desa (Posyantek) mendukung terciptanya inovasi mesin fogging elektrik. Yakni mesin fogging berbahan bakar baterai kering yang dapat diisi kembali atau di-recharge.


Baca juga: 6 Penderita DBD Meninggal, Dinkes Magetan Bagikan 1,5 Ton Larvasida

“Berbeda dengan mesin fogging pada umumnya menggunakan solar, yang menimbulkan polusi asap. Sedangkan, alat fogging elektrik inovasi dari masyarakat Dawuan ini lebih ramah lingkungan dan hemat karena memakai baterai yang bisa diisi ulang,” kata Unit Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami.

Dewi menjelaskan, mesin fogging berdaya baterai ini memiliki daya tahan hingga 2 jam.

Keunggulan lainnya, alat fogging memiliki desain lebih ringan dari mesin fogging biasa, yaitu kurang dari 5 Kg, dan dapat di kontrol menggunakan remot dari jarak jauh.

Mesin fogging ini juga tidak hanya dibuat untuk menampung cairan pembasmi nyamuk DBD, tetapi juga dapat menampung cairan pembasmi hama dan serangga lainnya.

Baca juga: Dua Warga Karawang Diduga Meninggal karena DBD

Ramah lingkungan

Selain dioperasikan dengan energi ramah lingkungan, mesin fogging dibuat dari barang bekas untuk komponen kabel listrik, selang plastik, dan lainnya. Sehingga proses pembuatan satu unit mesin fogging relatif lebih murah dari mesin fogging pada umumnya.

Dia menambahkan, mesin fogging elektrik dapat digunakan masyarakat Desa Dawuan Barat untuk kegiatan fogging secara rutin dan mandiri di 5 dusun lainnya yaitu Babakan Bogor, Babakan Sereh, Tegalwangi, Payuyon, dan Kamija.

“Kami harap nantinya inovasi mesin fogging elektrik yang ramah lingkungan ini dapat direplikasi oleh desa-desa lainnya di wilayah Cikampek,” ujar Dewi.

Selain inovasi mesin fogging, Pertamina Fuel Terminal Cikampek juga melakukan berbagai program di bidang lingkungan serta kesehatan ibu dan anak. Diantaranya melalui program penanaman tanaman lidah mertua yang dapat menyerap polusi.

Pertamina juga aktif bekerjasama dengan Puskesmas Cikampek dalam mencanangkan program pemberantasan stunting melalui pemenuhan gizi ibu hamil, melalui pelatihan persiapan kelahiran serta pemenuhan gizi ibu dan anak pasca melahirkan.

Baca juga: Wabah DBD di Cianjur, Asep Kehilangan Istri dan Anak Masuk Rumah Sakit

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Regional
Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Regional
PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

Regional
Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Regional
Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Regional
Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Regional
Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Regional
Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Regional
Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Regional
Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Regional
Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Regional
Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X