Pencemaran di Bengawan Solo Berkurang, 12.000 Warga Blora Kembali Akses PDAM

Kompas.com - 03/12/2019, 16:59 WIB
Kondisi pencemaran sungai Bengawan Solo yang berwarna merah hitam pekat, di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (27/11/2019) Dokumen PDAM Tirta Amerta BloraKondisi pencemaran sungai Bengawan Solo yang berwarna merah hitam pekat, di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (27/11/2019)

BLORA, KOMPAS.com - Pencemaran sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah sudah berhasil diminimalisir oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng. 

Sumber air baku PDAM Tirta Amerta, Blora yang dimanfaatkan untuk pendistribusian ke 12.000 sambungan rumah (SR) tersebut tingkat pencemarannya telah berkurang signifikan. 

Kini puluhan ribu warga di lima Kecamatan yakni  Cepu, Sambong, Jiken, Jepon dan Blora sudah bisa mengakses air bersih kembali.

Direktur PDAM Tirta Amerta Blora, Yan Riya Pramono, menyampaikan, pencemaran limbah industri telah mencemari sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Cepu.


Padahal, PDAM Tirta Amerta Blora mengandalkan suplai air baku dari sana untuk disalurkan ke 12.000 pelanggan.

Sungai Bengawan Solo menghitam dan beraroma tak sedap diduga akibat limbah industri tekstil, batik, ciu hingga limbah dari peternakan babi dari wilayah Hulu (Solo Raya).

Akibat pencemaran itu, sejak Selasa (26/11/2019) atau pekan lalu PDAM Tirta Amerta Blora terpaksa menghentikan operasionalnya untuk penyaluran air bersih ke belasan ribu sambungan rumah (SR) tersebut. 

Baca juga: Ganjar Akan Panggil Perusahaan Penyebab Bengawan Solo Tercemar

Didistribusikan ke 12.000 pelanggan

"Alhamdulilah, hari ini air baku dari Bengawan Solo sudah didistribusikan ke 12.000 pelanggan. Polutan telah berkurang drastis.  Semula akibat pencemaran, air baku tak bisa diolah menjadi bersih karena kepekatan  mencapai 1.300 tcu (true color unit)," kata Yan saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Selasa (3/12/2019).

Dijelaskan Yan, penanganan pencemaran sungai Bengawan Solo yang melintas di wilayahnya oleh tim DLHK Provinsi Jateng mulai terlihat menunjukkan hasil sejak Sabtu (30/11/2019).

"Pertama kali yakni pada Sabtu lalu, air didistribusikan ke Cepu dan Sambong dan untuk hari didistribusikan ke Jiken, Jepon dan Blora," ujar Yan.

Menurut Yan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui persis bagaimana teknis penanganan yang diupayakan oleh DLHK Provinsi Jateng untuk mengatasi pencemaran sungai Bengawan Solo.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X