Di Balik Teror Harimau di Kota Pagaralam, Ada Dugaan Perburuan Anak Harimau hingga Perusakan Hutan

Kompas.com - 03/12/2019, 16:21 WIB
Kemunculan harimau sumatera di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Riau, Kamis (23/5/2019). Dok. BBKSDA RiauKemunculan harimau sumatera di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Riau, Kamis (23/5/2019).

PAGARALAM, KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel), menduga munculnya harimau di Kota Pagaralam diduga berasal dari dua kantong harimau. 

Kantong pertama yakni berada di Bukit Dingin yang memiliki luas lahan 63.000 hektar dan kantong kedua di daerah Jambul Patah Nanti seluas 282.000 hektar yang membentang dari Kabupaten Lahat-Kota Pagaralam dan Kabupaten Muara Enim.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Martialis Puspito mengatakan, dari tiga kejadian serangan harimau yang menimbulkan satu korban jiwa, mereka mendapatkan beberapa dugaan penyebab turunnya raja hutan itu dari gunung.

Dugaan itu berupa adanya indikasi perburuan anak harimau serta perambahan hutan oleh warga hingga merusak kawasan hutan lindung.

Baca juga: Kasus Harimau Serang Petani Kembali Terjadi di Pagaralam, Korban Selamat

Perburuan anak harimau

Martialis menjelaskan, kejadian pertama yang menimpa Irfan (19), salah satu wisatawan Gunung Dempo, pada Sabtu (16/11/2019), para saksi melihat harimau itu sedang meraung-raung.

Kebiasaan itu biasanya sebagai tanda harimau untuk mencari anak dan akan kawin.

Selain itu, salah satu saksi mata atas nama Sulaiman berujar, sebelum Irfan diserang, wisatawan itu sempat mengatakan ingin mengambil seekor anak harimau untuk dibawa ke Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kejadian selanjutnya di Dusun Pematang Bango, Desa Curup Gare, Kecamatan Pagaralam Utara, terdapat kesaksian warga yang melihat anak harimau seukuran anjing dari jarak 10 meter dengan jejak berdiameter 7 sentimeter.

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemunculan harimau di Tugu Rimau dan Gunung Dempo pada kantong Bukit Dingin diduga kuat sedang mencari sesuatu karena harimau itu berjalan dengan meraung," kata Martialis, saat dikonfirmasi, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Cerita Petani Kopi Diserang Harimau Sebesar Sapi, Selamat Setelah Memanjat Pohon

Perambahan hutan

Kemudian, kejadian konflik harimau dan manusia terjadi lagi pada Minggu (17/11/2019).

Seorang petani kopi atas nama Kuswanto (57), warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, tewas diterkam harimau. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Regional
Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Regional
4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

Regional
Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Regional
Pelindo Bantah Kapalnya 'Kencing' di Laut dan Jual Minyak Ilegal ke Singapura

Pelindo Bantah Kapalnya "Kencing" di Laut dan Jual Minyak Ilegal ke Singapura

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya | Rambut Sukiyah Jadi Sarang Tikus

[POPULER NUSANTARA] Cerita Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya | Rambut Sukiyah Jadi Sarang Tikus

Regional
Selain 8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Kakak Beradik Dicaci Maki di Depan Umum, Uang Sekolah Tak Dibayar

Selain 8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Kakak Beradik Dicaci Maki di Depan Umum, Uang Sekolah Tak Dibayar

Regional
Sempat Dikira Terjangkit Virus Corona, Pasien RSUP Adam Malik Ternyata hanya Flu Biasa

Sempat Dikira Terjangkit Virus Corona, Pasien RSUP Adam Malik Ternyata hanya Flu Biasa

Regional
Viral Kerajaan Kandang Wesi, Kepala Kesbangpolinmas: Tidak Ada Kerajaan di Garut

Viral Kerajaan Kandang Wesi, Kepala Kesbangpolinmas: Tidak Ada Kerajaan di Garut

Regional
Cerita Istri Bacok Suami di Probolinggo, Ketahuan Selingkuh hingga Takut Akan Dibunuh

Cerita Istri Bacok Suami di Probolinggo, Ketahuan Selingkuh hingga Takut Akan Dibunuh

Regional
Hati-hati Jika Melihat Ular Weling, Jika Digigit Belum Ada Anti Bisanya

Hati-hati Jika Melihat Ular Weling, Jika Digigit Belum Ada Anti Bisanya

Regional
Empat Pelajar SMP di Cianjur Jatuh ke Jurang, Satu Tewas

Empat Pelajar SMP di Cianjur Jatuh ke Jurang, Satu Tewas

Regional
5 Fakta Jenderal Polisi Gadungan yang Mengaku Bisa Luluskan ke Akpol

5 Fakta Jenderal Polisi Gadungan yang Mengaku Bisa Luluskan ke Akpol

Regional
Ini Alasan PAUD Tempat Penitipan Balita Tewas Tanpa Kepala di Samarinda Ditutup

Ini Alasan PAUD Tempat Penitipan Balita Tewas Tanpa Kepala di Samarinda Ditutup

Regional
Ma'ruf Amin Sebut Solusi Militer Tak Sepenuhnya Atasi Konflik, Malah Menyisakan Dendam

Ma'ruf Amin Sebut Solusi Militer Tak Sepenuhnya Atasi Konflik, Malah Menyisakan Dendam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X