BMKG Deteksi 19 Titik Panas Tersebar di Wilayah Maluku

Kompas.com - 03/12/2019, 14:25 WIB
Petugas BMKG memantau perkembangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, di kantor Stasiun Geofisika Kelas I Karang Panjang, Ambon, Maluku, Minggu (14/7/2019). Gempa bumi tektonik tersebut terjadi pukul 18.10.51 WIT. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada kedalaman 10 km. ANTARA FOTO/IZAAC MULYAWANPetugas BMKG memantau perkembangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, di kantor Stasiun Geofisika Kelas I Karang Panjang, Ambon, Maluku, Minggu (14/7/2019). Gempa bumi tektonik tersebut terjadi pukul 18.10.51 WIT. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada kedalaman 10 km.

AMBON, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon mendeteksi sebanyak 19 titik panas tersebar di wilayah Maluku, Selasa (3/12/2019).

Dari 19 titik panas yang terdeteksi itu, sebanyak sembilan titik tersebar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yakni di Tanimbar Utara, Wermaktian, dan Tanimbar Selatan. 

Selebihnya, tiga titik panas terdeteksi di Kabupaten Buru, yakni di Kecamatan Wayapo, Namlea dan Air Buaya.

Kemudian, satu titik panas di Kabupaten Seram Bagian Barat terdeteksi di Kecamatan Huamual, satu titik panas terdeteksi di Amahai, Maluku Tengah, dan tiga titik panas terdeteksi di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Baca juga: Gelombang Tinggi Masih Terjadi di Pulau Buru Maluku, Warga Diminta Waspada

Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon Oral Semwiral mengatakan, 19 titik panas yang terdeteksi di sejumlah wilayah di Maluku itu memiliki tingkat keakuratan mulai dari 51 persen hingga 92 persen.

“Kondisi ini akan berlangsung hingga 24 jam terakhir,” kata Oral kepada Kompas.com, Selasa siang.

Menurut dia, sejumlah titik panas yang menyebar di wilayah Maluku ini lantaran musim kemarau panjang yang terus terjadi di wilayah Maluku.

Dia pun memprediksi kondisi akan kembali normal, karena sejumlah wilayah di Maluku seperti di Maluku bagian selatan, Kepulauan Kei, Tanimbar akan memasuki musim hujan.

“Khusus untuk Pulau Ambon ini memang sedang memasuki musim kemarau. Tapi untuk Maluku bagian selatan, Tual, Tanimbar akan memasuki musim penghujan pada Desember ini,” kata dia.

Baca juga: Pelayanan Publik Pemprov Maluku Masuk Zona Merah, Ini Kata Murad Ismail

Oral juga mengimbau warga yang wilayahnya terdeteksi titik panas agar lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan untuk membuka lahan pertanian.

Sebab, hal itu akan menyebabkan kebakaran yang lebih besar.

“Kami mengimbau warga agar tidak membakar hutan sembarangan, jangan juga membuang puntung rokok sembarangan di hutan,” ujar Oral.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Regional
27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

Regional
Banjir Sebabkan Sejumlah Kotak Suara Pilkada Kota Cilegon Rusak

Banjir Sebabkan Sejumlah Kotak Suara Pilkada Kota Cilegon Rusak

Regional
Warga di Kaki Gunung Semeru Diminta Waspadai Potensi Lahar Dingin

Warga di Kaki Gunung Semeru Diminta Waspadai Potensi Lahar Dingin

Regional
Beredar Pesan Berantai soal Tempat Isolasi Penuh, Satgas Covid-19 UGM: Itu Tidak Benar

Beredar Pesan Berantai soal Tempat Isolasi Penuh, Satgas Covid-19 UGM: Itu Tidak Benar

Regional
Sejak Juli, 75 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Universitas Brawijaya Malang

Sejak Juli, 75 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Universitas Brawijaya Malang

Regional
Terjebak Dalam Kebakaran di Polewali Mandar, 3 Bocah Tewas

Terjebak Dalam Kebakaran di Polewali Mandar, 3 Bocah Tewas

Regional
Wanita yang Dikuburkan di Fondasi Dibunuh dengan Racun, 5 Menit Korban Tewas

Wanita yang Dikuburkan di Fondasi Dibunuh dengan Racun, 5 Menit Korban Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X