Sejak Indonesia Merdeka, Baru Kali Ini Warga Seko Bisa Rasakan Jalan Aspal

Kompas.com - 03/12/2019, 13:51 WIB
Proses pengaspalan jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Pemprov SulselProses pengaspalan jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Setelah 74 tahun Indonesia merdeka, pemerintah baru membuat akses dan mengaspal jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Akhirnya, mimpi masyarakat Seko pun tercapai sehingga mereka bisa bepergian ke Kota Kabupaten Luwu Utara dengan mudah.

Pengaspalan jalan itu dilakukan Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara pengerasan pembukaan jalan itu dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam keterangan resminya, Selasa (3/12/2019), mengatakan, sinergitas Kementerian PUPR dan Pemprov Sulsel pada pembangunan jalan menuju Seko adalah bukti kepedulian pemerintah terhadap daerah-daerah terisolasi.

“Kami tahu, masih banyak jalan yang terisolir di Sulsel dan ini baru awal dan bukan akhir. Kami hanya pelayan masyarakat dan berusaha maksimal. Dan, kami berharap semoga Allah subhanahu wata'ala senantiasa memudahkan dalam menjalankan amanah ini,” kata Andi Sudirman.

Baca juga: Curhat Warga Pedalaman Flores : 74 Tahun Indonesia Merdeka, Tetapi Kami Belum Menikmati Kemerdekaan Itu

Di tempat terpisah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membacakan sambutan seragam Presiden Joko Widodo saat memimpin upacara Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) yang ke-74 tahun, di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jendral Sudirman Makassar, Selasa (3/12/2019).

Di hadapan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Sulsel serta para pejabat di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin menyampaikan berbagai pembangunan infrastruktur yang berhasil dilaksanakan oleh pemerintah pusat.

“Jalan tol, bandara, pelabuhan dan masih banyak lagi pembangunan infrastruktur yang kita akan bangun nantinya," kata Prof Nurdin Abdullah membacakan sambutan serentak Presiden Republik Indonesia.

Khusus di Sulsel, Pemerintahan Nurdin Abdullah bersama wakilnya, Andi Sudirman Sulaiman dalam satu tahun memimpin Sulsel, berhasil membangun infrastruktur untuk mendukung konektivitas dan membuka jalur terisolir di beberapa daerah di Sulawesi Selatan.

“Kami sudah membuka akses jalan daerah terisolir di Kecamatan Seko, pembangunan Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja, pembangunan jalur Pengkep-Bone melalui Tonasa Parigi, akses jalan dua jalur dan empat lajur Bua menuju Rantepao Toraja, jalan pintas dari Larompong menuju Kabupaten Luwu, serta pembangunan pedestrian dan perbaikan fasilitas destinasi wisata di beberap daerah di Sulawesi Selatan,” ungkap Nurdin.  

Tak pernah merasakan aspal

Sebelumnya diberitakan, sejak 74 tahun Indonesia merdeka, masyarakat Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan tidak pernah merasakan jalanan aspal.

Jalan untuk menuju ke Kecamatan Seko itu berlumpur dan berkubang dengan jarak tempuh sekitar 8 jam perjalanan.

Untuk bisa melalui jalan itu, masyarakat Seko harus memodifikasi motornya dengan menggunakan ban trail. Sedangkan, kendaraan roda empat sulit dilalui dengan kendaran biasa.

Sehingga, masyarakat Seko harus mengeluarkan uang Rp 700.000 hingga Rp 1.000.000 sebagai sewa ojek. Di Kecamatan Seko inilah dikenal ojek termahal di Indonesia.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah memprioritaskan pembangunan jalan di Kecamatan Seko yang berbatasan dengan tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

Bahkan jalur itu dirancang berbentuk segitiga emas di Kecamatan Seko untuk meningkatkan perekonomian di wilayah terpencil.

“Jalur segitiga emas ini akan menghubungkan akses jalan dari Seko, Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tengah melalui Kabupaten Sigi dan Sulawesi Barat melalui Mamuju. Kita terus berusaha agar akses jalan ini tidak hanya sampai di Seko saja. Kita ingin membuat jalur segitiga emas yang nantinya menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat,” kata Nurdin beberapa waktu lalu.

Kecamatan Seko merupakan daerah terpencil di Kabupaten Luwu Utara. Kecamatan itu memiliki 12 desa yang terletak di Pegunungan Kambuno dan berada 2.985 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: 74 Tahun Indonesia Merdeka, Suku Terasing di Maluku Ini Akhirnya Gelar Upacara

 

Masyarakat di sana menggantungkan hidupnya pada bertani, berkebun dan beternak kerbau. Daerah ini dikenal degan penghasil kopi terbaik, baik jenis robusta maupun arabika.

Selain ojek motor digunakan dari Kecamatan Masamba ke Kecamatan Seko dengan harga mahal, masyarakat juga bisa menggunakan moda transportasi pesawat dua kali sepekan yang berangkat dari bandara perintis Kecamatan Masamba ke bandara perintis di Kecamatan Seko.

Untuk bisa naik pesawat jenis Casa dengan kapasitas 24 penumpang ini, warga harus memesan tiket jauh hari sebelumnya dengan harga Rp 300.000.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Regional
TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

Regional
Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Regional
Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Regional
Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Regional
KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

Regional
Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Regional
9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

Regional
Ajakan Makan Malam, Berakhir dengan Pembunuhan...

Ajakan Makan Malam, Berakhir dengan Pembunuhan...

Regional
Tertipu di Malaysia, Syamsuddin 8 Hari Jalan Kaki Menyusuri Hutan Krayan, Berbekal Air, Garam, Vetsin

Tertipu di Malaysia, Syamsuddin 8 Hari Jalan Kaki Menyusuri Hutan Krayan, Berbekal Air, Garam, Vetsin

Regional
Sesaat Sebelum Tewas Dibunuh, Ibu Ini Menelepon Anaknya, Ternyata Dibunuh Oleh Suami Siri

Sesaat Sebelum Tewas Dibunuh, Ibu Ini Menelepon Anaknya, Ternyata Dibunuh Oleh Suami Siri

Regional
Adik Parti Liyani: Dia Pernah Telepon Mengabari Sedang Punya Kasus dan Minta Doa

Adik Parti Liyani: Dia Pernah Telepon Mengabari Sedang Punya Kasus dan Minta Doa

Regional
Temukan Ukiran Putri Duyung, Arkeolog: Ini Data Baru Tentang Asal-usul Warga Sentani

Temukan Ukiran Putri Duyung, Arkeolog: Ini Data Baru Tentang Asal-usul Warga Sentani

Regional
Polisi Tak Berani Bubarkan Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Alasannya

Polisi Tak Berani Bubarkan Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X