Sejak Indonesia Merdeka, Baru Kali Ini Warga Seko Bisa Rasakan Jalan Aspal

Kompas.com - 03/12/2019, 13:51 WIB
Proses pengaspalan jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Pemprov SulselProses pengaspalan jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Tak pernah merasakan aspal

Sebelumnya diberitakan, sejak 74 tahun Indonesia merdeka, masyarakat Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan tidak pernah merasakan jalanan aspal.

Jalan untuk menuju ke Kecamatan Seko itu berlumpur dan berkubang dengan jarak tempuh sekitar 8 jam perjalanan.

Untuk bisa melalui jalan itu, masyarakat Seko harus memodifikasi motornya dengan menggunakan ban trail. Sedangkan, kendaraan roda empat sulit dilalui dengan kendaran biasa.

Sehingga, masyarakat Seko harus mengeluarkan uang Rp 700.000 hingga Rp 1.000.000 sebagai sewa ojek. Di Kecamatan Seko inilah dikenal ojek termahal di Indonesia.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah memprioritaskan pembangunan jalan di Kecamatan Seko yang berbatasan dengan tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

Bahkan jalur itu dirancang berbentuk segitiga emas di Kecamatan Seko untuk meningkatkan perekonomian di wilayah terpencil.

“Jalur segitiga emas ini akan menghubungkan akses jalan dari Seko, Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tengah melalui Kabupaten Sigi dan Sulawesi Barat melalui Mamuju. Kita terus berusaha agar akses jalan ini tidak hanya sampai di Seko saja. Kita ingin membuat jalur segitiga emas yang nantinya menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat,” kata Nurdin beberapa waktu lalu.

Kecamatan Seko merupakan daerah terpencil di Kabupaten Luwu Utara. Kecamatan itu memiliki 12 desa yang terletak di Pegunungan Kambuno dan berada 2.985 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: 74 Tahun Indonesia Merdeka, Suku Terasing di Maluku Ini Akhirnya Gelar Upacara

 

Masyarakat di sana menggantungkan hidupnya pada bertani, berkebun dan beternak kerbau. Daerah ini dikenal degan penghasil kopi terbaik, baik jenis robusta maupun arabika.

Selain ojek motor digunakan dari Kecamatan Masamba ke Kecamatan Seko dengan harga mahal, masyarakat juga bisa menggunakan moda transportasi pesawat dua kali sepekan yang berangkat dari bandara perintis Kecamatan Masamba ke bandara perintis di Kecamatan Seko.

Untuk bisa naik pesawat jenis Casa dengan kapasitas 24 penumpang ini, warga harus memesan tiket jauh hari sebelumnya dengan harga Rp 300.000.

 

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Regional
Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Regional
Tracing Pegawai Dinkes DIY Meninggal karena Covid-19, Ini Hasilnya

Tracing Pegawai Dinkes DIY Meninggal karena Covid-19, Ini Hasilnya

Regional
Ini Makna Nomor Urut bagi 3 Pasangan Calon di Pilkada Jember

Ini Makna Nomor Urut bagi 3 Pasangan Calon di Pilkada Jember

Regional
Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Sulut, Olly: Menang Total

Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Sulut, Olly: Menang Total

Regional
Dapat Nomor Urut 1, Cabup Kristiana Muki Ajak Paslon Lain Tolak Kampanye Hitam

Dapat Nomor Urut 1, Cabup Kristiana Muki Ajak Paslon Lain Tolak Kampanye Hitam

Regional
Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, Calon Petahana di Pilkada Banggai Berencana Gugat KPU

Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, Calon Petahana di Pilkada Banggai Berencana Gugat KPU

Regional
Seorang Guru dan Anaknya Positif Covid-19, Tertular Suami yang Pulang dari Malang

Seorang Guru dan Anaknya Positif Covid-19, Tertular Suami yang Pulang dari Malang

Regional
Prasasti Soe Hok Gie–Idhan Lubis Dipasang di Puncak Mahameru

Prasasti Soe Hok Gie–Idhan Lubis Dipasang di Puncak Mahameru

Regional
Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Regional
Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Regional
Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X