38.000 Orang Dicoret dari Kepesertaan Jamkesta di Gorontalo

Kompas.com - 03/12/2019, 12:04 WIB
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menemui Menteri Sosial di Jakarta,  salah satu hasil pertemuan adalah mengakomodir jumlah kepesertaan Jamkesta Gorontalo yang sudah diverifikasi dan validasi menjadi tanggungan pemerintah pusat. KOMPAS.COM/ISTIMEWAGubernur Gorontalo Rusli Habibie menemui Menteri Sosial di Jakarta, salah satu hasil pertemuan adalah mengakomodir jumlah kepesertaan Jamkesta Gorontalo yang sudah diverifikasi dan validasi menjadi tanggungan pemerintah pusat.

GORONTALO, KOMPAS.com  – Sebanyak 38.000 warga penerima Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta) di Provinsi Gorontalo akan dicoret dari kepesertaan.

Keputusan ini merupakan hasil verifikasi dan validasi data yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo selama satu bulan.

Hasil ini akan dimasukkan ke proses akhir penginputan di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Selama ini sebanyak 120.000 lebih warga menerima Jamkesta di daerah ini. Dengan dicoretnya 38.000 orang ini, maka penerima Jamkesta akan berkurang.

Baca juga: Patung Pertama BJ Habibie di Gorontalo Diresmikan, Dibuat 2 Seniman Yogyakarta

Data ribuan warga tersebut akan dihapus dari kepesertaan Jamkesta dan tidak diusulkan masuk ke DTKS yang dikelola oleh Kementerian Sosial.

Pengurangan peserta Jamkesta ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapppeda) Budiyanto Sidiki usai mendampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie audiensi dengan Menteri Sosial di Jakarta, Senin (2/12/2019).

“Setelah melakukan verifikasi dan validasi kami menemukan 38.000 lebih orang yang tidak bisa kita pertahankan. Kenapa? Pertama meninggal, kedua pindah, tidak ditemukan dan ganda. Kurang lebih ada 32 persen dari total 120.000 jiwa,” kata Budiyanto Sidiki.

Baca juga: Gorontalo Terima DIPA 2020 Sebesar Rp 6,95 Triliun, Naik Rp 200 Miliar

Budiyanto Sidiki menjelaskan, data yang ada akan diupayakan masuk ke DTKS. Dampak positif dari pengurangan ini adalah semua warga kurang mampu yang terdata di DTKS menjadi dasar pemberian berbagai bantuan sosial baik oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Menteri Sosial membuka ruang bagi kami daftar itu diusulkan masuk kepesertaannya dibiayai oleh APBN. Ini sebenarnya target kita di proses verifikasi dan validasi data Jamkesta yang dibiayai APBD dialihkan ke APBN. Alhamdulillah direstui,” ujar Budiyanto Sidiki.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayar Utang Rentenir, IRT di Wonogiri Curi dan Gadaikan Sertifikat Tanah Adiknya

Bayar Utang Rentenir, IRT di Wonogiri Curi dan Gadaikan Sertifikat Tanah Adiknya

Regional
Gerakan Sehari Tanpa Nasi di Salatiga, Ganjar: Ya Enggak Apa-apa Boleh Aja

Gerakan Sehari Tanpa Nasi di Salatiga, Ganjar: Ya Enggak Apa-apa Boleh Aja

Regional
Perjuangan Anastasia, Menjual Kayu Api untuk Hidupkan Keluarga dan Menyekolahkan Anak

Perjuangan Anastasia, Menjual Kayu Api untuk Hidupkan Keluarga dan Menyekolahkan Anak

Regional
Kasus Covid-19 di Ponorogo Capai 208 Orang, Sebagian Besar dari Klaster Pemudik

Kasus Covid-19 di Ponorogo Capai 208 Orang, Sebagian Besar dari Klaster Pemudik

Regional
43.231 Pemilih di Grobogan Tidak Memenuhi Syarat, 14.995 Orang Meninggal Dunia

43.231 Pemilih di Grobogan Tidak Memenuhi Syarat, 14.995 Orang Meninggal Dunia

Regional
Pernah Kontak dengan Bupati Ogan Ilir, 2 ASN Positif Corona

Pernah Kontak dengan Bupati Ogan Ilir, 2 ASN Positif Corona

Regional
Mengenal Kuskus Beruang, Hewan Endemik Sulawesi yang Semakin Langka

Mengenal Kuskus Beruang, Hewan Endemik Sulawesi yang Semakin Langka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Tubuh Ibu Rumah Tangga Diseret Buaya | Kabar Baik Vaksin Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Tubuh Ibu Rumah Tangga Diseret Buaya | Kabar Baik Vaksin Covid-19

Regional
Ajudan Wagub Sumbar Positif Covid-19, Wartawan dan ASN Jalani Tes Swab

Ajudan Wagub Sumbar Positif Covid-19, Wartawan dan ASN Jalani Tes Swab

Regional
Ponpes Sempon Wonogiri Belum Berkenan Terima Tamu dari Luar

Ponpes Sempon Wonogiri Belum Berkenan Terima Tamu dari Luar

Regional
Sebelum Nikahi 2 Wanita dalam Kurun 6 Hari, Sukartayasa Pertemukan Kedua Kekasihnya

Sebelum Nikahi 2 Wanita dalam Kurun 6 Hari, Sukartayasa Pertemukan Kedua Kekasihnya

Regional
Terduga Penyekap dan Penikam Karyawati Farmasi Ditangkap, Ternyata Masih Mahasiswa

Terduga Penyekap dan Penikam Karyawati Farmasi Ditangkap, Ternyata Masih Mahasiswa

Regional
Lewat Karikatur, Relawan Gibran Ajak Semua Elemen Wujudkan Pilkada Solo Damai

Lewat Karikatur, Relawan Gibran Ajak Semua Elemen Wujudkan Pilkada Solo Damai

Regional
Calon Istri Kaget Dapati Pasangannya Bunuh Diri 2 Hari Sebelum Pernikahan

Calon Istri Kaget Dapati Pasangannya Bunuh Diri 2 Hari Sebelum Pernikahan

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Dikeluarkan dari Kampus, Orangtua Pasrah

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Dikeluarkan dari Kampus, Orangtua Pasrah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X