KILAS DAERAH

Belajar dari Kisah Bonar, Keterbatasan Bukan Kendala

Kompas.com - 02/12/2019, 21:24 WIB
Bonar Bangun Simanjuntak, salah satu mitra pengemudi GrabBike. Bonar adalah teman tuli, tapi keterbatasan itu tak membuat motivasi dan kerja kerasanya terhalang. Fer.Bonar Bangun Simanjuntak, salah satu mitra pengemudi GrabBike. Bonar adalah teman tuli, tapi keterbatasan itu tak membuat motivasi dan kerja kerasanya terhalang.
|

KOMPAS.com – Sekilas tak ada yang berbeda dari diri Bonar Bangun Simanjuntak, seorang driver GrabBike. Sehari-hari ia mengangkut penumpang dan mengantarkan ke tujuan sesuai dengan request yang didapat dari aplikasi layanan Grab.

Namun, bila pernah jadi penumpangnya, Anda akan tahu kalau Bonar adalah seorang pengemudi tuli.

Biasanya, sebelum ia menjemput, Bonar akan mengirim pesan bahwa dirinya tuli. Dalam proses menjalani pekerjaan, ada beragam respons yang ia dapat. Meski demikian, tantangan itu dihadapinya.

Bonar adalah teman tuli pertama di Bandung yang menjadi mitra GrabBike. Dia bergabung bersama Grab sejak April 2017.

Di tengah keterbatasan yang dimilikinya, Bonar tidak pernah merasa ruang geraknya dibatasi. Dia bahkan ingin mendobrak perspektif bahwa teman tuli berbeda.

Ia ingin membuktikan, keterlibatannya menjadi mitra GrabBike adalah bukti bahwa ia mampu produktif dan bisa berkarya.

“Saya tidak merasa minder. Saya berani. Saya merasa percaya diri dan merasa kuat juga,” ujar lelaki berusia 30 tahun itu dengan bahasa isyarat.

Istri dan anak, jadi motivasi bagi Bonar untuk terus bekerja. Ia mengaku, setiap hari mulai bekerja pukul 4 pagi sampai 10 malam. Tujuannya, adalah menafkahi keluarga.

Cita-cita yang tinggi

Dalam menjalani pekerjaan, Bonar berkomitmen dengan tujuannya, yakni bisa menghidupi keluarga, dan memberikan pendidikan terbaik pada anaknya sampai perguruan tinggi.

Saat ini, usia anak Bonar 5 tahun. Untuk mewujudkan rencana pendidikan, Bonar menyisihkan penghasilannya untuk ditabung.

“Hasil kerja ini untuk keluarga, menabung, asuransi (pendidikan) untuk masa depan anak saya. Saya ingin anak saya kuliah. Jadi, saya menabung dari sekarang,” tambah Bonar.

Tak ada saingan

Untuk urusan pekerjaan, Bonar tak pernah berkecil hati atas kondisinya. Menurutnya, rezeki tiap orang sudah ada yang atur. Ia tak mau berkompetisi dan tak merasa perlu untuk merasa berbeda.

Respons penumpang dan teman-teman sesama mitra GrabBike memang beragam. Ada yang positif, tapi tak sedikit juga yang kurang baik. Menanggapinya, Bonar hanya tersenyum.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X