Emil Dardak: Isu Keperawanan Atlet Tak Sepantasnya Jadi Konsumsi Publik

Kompas.com - 02/12/2019, 20:48 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Sosialisasi Millenial Job Center (MJC) di Bakorwil Kota Malang, Senin (02/12/2019). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Sosialisasi Millenial Job Center (MJC) di Bakorwil Kota Malang, Senin (02/12/2019).

MALANG, KOMPAS.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, pemulangan SAS (17), atlet senam artistik proyeksi Sea Games karena isu keperawanan seharusnya tidak terjadi.

Selain karena belum diketahui kebenarannya, isu keperawanan dianggap sebagai isu ranah private yang tidak seharusnya disampaikan ke publik.

“Posisi saya jelas, posisi Ibu Gubernur juga sudah jelas. Bahwa isu tersebut tidak sepantasnya menjadi konsumsi publik, terlepas dari kebenarannya. Karena itu merupakan sesuatu yang tidak sepantasnya diutarakan,” kata Emil, saat menghadiri Sosialisasi Millenial Job Center (MJC) di Bakorwil Kota Malang, Senin (02/12/2019).

“Apalagi menurut keluarga ternyata itu salah. Katakan lah itu benar, itu bukan sesuatu yang boleh disampaikan ke publik, apalagi kalau itu salah,” kata Emil menambahkan.


Baca juga: Pesan Khofifah Saat Temui Atlet Senam yang Dituding Tak Perawan

Karena itu, menurut Emil, ada dua kesalahan mendasar yang diungkapkan oleh pihak yang menuduh atlet asal Kediri itu tidak perawan.

Kesalahan terkait tuduhan tersebut dan kesalahan karena ranah privasi disampaikan ke publik dan menjadi alasan pemulangan seorang atlet dari Puslatda.

“Satu ada suatu yang private diumbar ke publik, yang kedua terkait sesuatu yang tidak benar disampaikan ke publik,” ujar dia.

Pemprov Jatim masih terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mencari asal mula tuduhan tidak perawan terhadap SAS.

Meski begitu, Emil mengatakan, selain menelusuri munculnya tuduhan tidak perawan itu, perlindungan terhadap SAS juga penting untuk dilakukan.

“Kita tidak gegabah dulu, yang terpenting hari ini kita harus menjaga suasana psikologis yang bersangkutan karena ini putri kita sendiri di Jawa Timur, patut mendapatkan perlindungan,” ujar dia.

Diketahui, SAS (17), seorang atlet senam proyeksi Sea Games asal Kediri, Jawa Timur, gagal berangkat mengikuti ajang olahraga yang akan berlangsung di Filipina.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X