Bawaslu Semarang Akomodasi Aduan Santet Saat Pemilihan Wali Kota

Kompas.com - 02/12/2019, 12:20 WIB
Koordinator Divisi (Kordiv) Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang Naya Amin Zaini saat ditemui awak media, Jumat (29/11/2019) KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAKoordinator Divisi (Kordiv) Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang Naya Amin Zaini saat ditemui awak media, Jumat (29/11/2019)

SEMARANG.KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kota Semarang bakal mengakomodasi aduan warga jika ditemukan laporan terkait serangan santet dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang Naya Amin Zaini mengatakan, pihaknya akan memberikan pelayanan hukum yang mengacu pada RKUHP terkait pasal santet.

"Terkait laporan serangan santet, kita tidak boleh serta-merta menolak, kita akan tetap menerima sesuai prosedur dan bukti-bukti dari pelapor. Selanjutnya akan kita kaji secara hukum," jelas Naya di Semarang, Senin (2/12/2019).

Baca juga: Kejagung Minta Tambahan Informasi soal Kasus Pembunuhan Dukun Santet ke Komnas HAM

Kendati demikian, pelapor korban santet diwajibkan menyertakan bukti foto serta hasil visum dari rumah sakit.

"Karena di dalam RKUHP memang bisa menindak pelaku kejahatan santet. Tentunya harus menyertakan bukti visum dan foto orang yang celaka karena disantet," ujar Naya.

Naya mengungkapkan, selama ini pihaknya cukup berpengalaman menangani berbagai macam pelanggaran saat kampanye pilwakot berlangsung.

"Nyaris semuanya kita sudah punya pengalaman dalam menangani pelanggaran pemilu. Termasuk jika pas pilwakot tahun depan ada yang melaporkan tentang serangan santet pun, tetap akan kita akomodasi," ungkap Naya.

Baca juga: Fakta Bapak Perkosa Putri Kandung, Modus Menangkal Santet hingga Hamil

Pada dasarnya, lanjut Naya, semua warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dan kedudukan hukum bisa melaporkan segala pelanggaran kampanye yang ditemukan di lapangan.

"Maka, pelanggaran pemilu yang dipicu serangan santet akan kita cermati berdasarkan kekuatan barang buktinya," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Regional
Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Regional
Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Regional
4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Regional
Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Regional
Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Regional
Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Regional
Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Regional
Tol Jakarta-Cikampek Padat, 'Contraflow' Diberlakukan

Tol Jakarta-Cikampek Padat, "Contraflow" Diberlakukan

Regional
Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Regional
Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Regional
Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Regional
Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X