Tuntut Referendum, Aksi Mahasiswa Papua di Ambon Dibubarkan Polisi

Kompas.com - 01/12/2019, 17:02 WIB
Puluhan mahasiswa asal Papua menggelar aksi unjuk rasa di depan Gong Perdamaian Dunia di Ambon, Minggu (1/12/2019). Aksi yang dilakukan bertepatan dengan HUT Organisasi Papua Merdeka ini dibubarkan paksa aparat kepolisian KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPuluhan mahasiswa asal Papua menggelar aksi unjuk rasa di depan Gong Perdamaian Dunia di Ambon, Minggu (1/12/2019). Aksi yang dilakukan bertepatan dengan HUT Organisasi Papua Merdeka ini dibubarkan paksa aparat kepolisian

AMBON, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa asal Papua yang menamakan diri Komite Perjuangan Untuk Demokrasi dan HAM dibubarkan polisi di depan Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon, Minggu (1/12/2019).

Pembubaran aksi unjuk rasa yang dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Organisasi Papua Mereka itu dinilai ilegal karena dilakukan di hari libur dan tidak ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian sebelumnya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sebelum dibubarkan, para mahasiswa sempat terlibat cekcok mulut dengan para petugas.

Perang mulut terjadi setelah aparat merampas megafon para mahasiswa dan kemudian melepaskan baterai dari dalam alat pengeras suara tersebut.

Meski begitu, baik aparat maupun mahasiswa dapat menahan diri sehingga kericuhan yang berujung aksi anarkistis tidak sempat terjadi.

Dalam aksinya itu, para mahasiswa menuntut masyarakat Papua Barat dapat menentukan nasibnya sendiri melalui referendum.

Baca juga: Jelang HUT OPM, 600 Personel TNI-Polri Disebar di 58 Titik di Mimika

Para mahasiswa juga mendukung keanggotaan United Liberation Movement Of West Papua (ULMWP) di Melanesia Spearhead Group, Pasific Island Forum dan memperjuangkan keanggotaan ULMWP di PBB.

“Kami juga meminta agar puluhan tahanan politik asal Papua dibebaskan dan kami juga minta agar aparat militer dan non militer ditarik dari tanah Papua,” kata para mahasiswa.

Dalam tuntutannya, para mahasiswa juga mengecam adanya dugaan pelanggaran HAM di tanah Papua yang dilakukan oleh aparat TNI Polri.

Mahasiswa juga meminta adanya jaminan kebebasan informasi, berekspresidan berorganisasi bagi warga papua.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali Ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali Ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Regional
Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Regional
Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Regional
Dekat dengan Pusat Gempa M 6.1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Dekat dengan Pusat Gempa M 6.1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Regional
Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Regional
Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Regional
Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Regional
Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Regional
Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Regional
Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Regional
Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Regional
Ratusan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Dibawa ke Rumah Duka Pakai Taksi

Ratusan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Dibawa ke Rumah Duka Pakai Taksi

Regional
Gempa Jepara Terasa hingga Banyumas, Kaca Rumah Bergetar

Gempa Jepara Terasa hingga Banyumas, Kaca Rumah Bergetar

Regional
Dianggap Lalai Jaga Balita yang Tewas Tanpa Kepala, Pengasuh PAUD Dituntut 4 Tahun Penjara

Dianggap Lalai Jaga Balita yang Tewas Tanpa Kepala, Pengasuh PAUD Dituntut 4 Tahun Penjara

Regional
Gasak 2 Kg Emas, Perampok Lepaskan Tembakan 8 Kali, Anak 10 Tahun Tertembak di Pelipis

Gasak 2 Kg Emas, Perampok Lepaskan Tembakan 8 Kali, Anak 10 Tahun Tertembak di Pelipis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X