Pengungsi Banjir Bandang Solok Selatan Bertambah, Posko Mulai Sesak

Kompas.com - 30/11/2019, 19:10 WIB
Jumlah pengungsi banjir bandang Solok Selatan terus bertambah. Terlihat petugas medis melakukan pemeriksaan kepada korban di Posko pengungsian Dok: Dinas Kesehatan Solok SelatanJumlah pengungsi banjir bandang Solok Selatan terus bertambah. Terlihat petugas medis melakukan pemeriksaan kepada korban di Posko pengungsian

PADANG, KOMPAS.com - Jumlah pengungsi banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, terus bertambah.

Pada Minggu (24/11/2019), tercatat ada 330 pengungsi yang ada di dua posko di Balai Adat Nagari Pakan Rabaa Timur dan Simpang Salak.

Kemudian, pada Rabu (27/11/2019), jumlah pengungsi menjadi 580 orang.

Sementara, hari ini Sabtu (30/11/2019), pengungsi sudah mencapai 595 orang.

"Jumlah pengungsi terus bertambah. Awalnya hanya 330 orang kemudian 580 orang dan sampai hari ini terdata jadi 595 orang," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Firdaus Firman saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Baca juga: Anak-anak Korban Banjir Bandang Solok Selatan Mulai Terserang Penyakit

Firdaus mengatakan, penambahan jumlah pengungsi ini disebabkan warga takut bencana kembali datang, karena hujan masih terus turun di Solok Selatan.

Selain itu, warga memilih tinggal di pengungsian, karena memang rumah mereka tidak layak huni lagi.

"Mereka yang memilih tinggal di pengungsian ini karena ada dua alasan. Pertama karena memang rumah mereka tidak layak huni dan kedua karena takut bencana muncul lagi," kata Firdaus.

Untuk menampung jumlah pengungsi yang terus meningkat, Pemkab Solok Selatan saat ini menggunakan rumah penduduk untuk menjadi posko pengungsian sementara.

"Kalau dua posko sebelumnya tentu semakin sesak. Makanya Pemkab mencari rumah warga sebagai posko pengungsian sementara," kata Firdaus.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akhirnya menetapkan status tanggap darurat akibat bencana banjir.

Masa tanggap darurat selama 14 hari, terhitung mulai Jumat (22/11/2019).

Dampak banjir yang diakibatkan cukup parah.

Tercatat ada empat kecamatan yang terdampak yakni Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Sangir, Pauh Duo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Regional
Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Regional
Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Regional
Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Regional
BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Regional
Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Regional
Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Regional
Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Regional
Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Regional
Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video 'Hancurkan Risma' Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video "Hancurkan Risma" Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Regional
Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Regional
Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Regional
6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

Regional
Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Regional
Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X