Sehari, Petugas Damkar Lakukan 4 OTT, Operasi Tangkap Tawon Ndas

Kompas.com - 30/11/2019, 12:54 WIB
Petugas Damkar Kabupaten Semarang mengevakuasi sarang tawon ndas KOMPAS.com/ISTPetugas Damkar Kabupaten Semarang mengevakuasi sarang tawon ndas

UNGARAN, KOMPAS.com - Dalam sehari, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Semarang melakukan Operasi Tangkap Tawon (OTT) empat sarang tawon vespa affinis atau yang familiar disebut tawon ndas.

Tawon tersebut ada yang bersarang di dekat pemukiman warga dan ada juga yang di perkebunan.

Kabid Damkar dan Linmas Satpol PP Kabupaten Semarang Aris Muji Widodo mengatakan, evakuasi sarang tawon pada Jumat (29/11/2019) malam tersebut dilaksanakan di tempat berbeda.

"Kita menamakan gerakan ini sebagai OTT atau Operasi Tangkap Tawon yang informasi keberadaan sarangnya berasal dari informasi warga," paparnya, Sabtu (30/11/2019).

Baca juga: Tawon Ndas Makan Korban di Tuban, BPBD Musnahkan 2 Sarangnya

Operasi Tangkap Tawon (OTT) pertama dilakukan di rumah Jatmono yang beralamat di Perum Indah Permai Kupang Rejo RT 1/RW 10.

Selanjutnya dilakukan di lingkungan Tegal Sari, Desa Pringapus RT 06/RW 03, Pringapus, dan lingkungan Tegal Sari, Desa Pringapus RT 09/RW 03, Pringapus.

"Terakhir di Perum Wonosari Dusun Sambeng, Desa Wonoyoso, RT 01/RW 08, Kecamatan Pringapus," jelasnya.

Aris mengatakan, masyarakat yang mengetahui keberadaan sarang tawon ndas, diharapkan segera melapor ke petugas pemadam kebakaran.

"Baiknya segera lapor ke petugas agar di-OTT. Ini sebagai antisipasi agar tidak ada korban karena serangan saat pemindahan sarang tersebut," ujarnya.

 

Baca juga: Resahkan Warga, Sarang Tawon Ndas Dipindahkan ke Hutan

Petugas pemadam, lanjutnya, saat mengevakuasi telah memiliki keterampilan dan pakaian safety sehingga tidak akan sakit jika diseramg tawon.

Menurutnya, sampai saat ini serangan tawon ndas ke warga belum ada yang tercatat di laporan.

"Kalau serangan mungkin ada, tapi untuk korban belum ada laporan. Ya kami berharap tidak ada korban," tegas Aris.

Dia menilai tawon ndas merupakan binatang yang berbahaya apalagi sarangnya seringkali di dekat pemukiman.

"Selagi koloninya belum membesar, kita upayakan memusnahkan sarangnya di malam hari saat hewan tersebut sedang berkumpul," ujarnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelombang Pemudik di Tengah Wabah Corona, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Gelombang Pemudik di Tengah Wabah Corona, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Regional
UPDATE: 77 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, Pasien di Surabaya Bertambah, 3 Daerah Masih Hijau

UPDATE: 77 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, Pasien di Surabaya Bertambah, 3 Daerah Masih Hijau

Regional
Pemkab Tangerang Bangun Ruang Isolasi Khusus Pasien Positif Corona di Griya Anabatic

Pemkab Tangerang Bangun Ruang Isolasi Khusus Pasien Positif Corona di Griya Anabatic

Regional
Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Regional
Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Regional
Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Regional
90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

Regional
Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Regional
Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Regional
Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Regional
Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Regional
Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Regional
Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X