Gubernur NTT Sebut Pembagian Fee Blok Masela akan Diputuskan Presiden Jokowi

Kompas.com - 30/11/2019, 12:03 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam Festival Menipo, yang digelar di halaman Lippo Plaza Kota Kupang, Kamis (14/11/2019) siang KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREGubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam Festival Menipo, yang digelar di halaman Lippo Plaza Kota Kupang, Kamis (14/11/2019) siang

KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, hingga saat ini pembagian fee 10 persen dari Blok Minyak dan Gas Masela untuk pemerintah daerah belum diputuskan oleh presiden.

Menurut Viktor, yang dibahas dalam rapat kerja antara Komisi VII DPR RI bersama Menteri ESDM pada Rabu (27/11/2019) kemarin, hanya rekomendasi soal pembagian fee Blok Masela.

"Belum ada keputusan soal pembagian fee Blok Masela. Yang dibahas dalam rapat antara DPR dengan Kementerian ESDM itu hanya rekomendasi saja," ungkap Viktor kepada Kompas.com di Kupang, Jumat (29/11/2019).

Baca juga: Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Viktor pun mengaku, sudah menelepon langsung ke Ketua Komisi VII DPR RI untuk menanyakan soal rapat itu.

"Yang memutuskan pembagian fee itu nanti Presiden sebagai eksekutif," ujarnya.

Laiskodat menyebut, pembagian fee 10 persen dari blok migas Masela merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Viktor menyusul adanya sikap dari Pemerintah Provinsi Maluku yang menolak fee dibagikan juga untuk NTT.

Baca juga: DPRD: Jika Blok Masela Dibagi dengan NTT, Maluku Akan Teriak Merdeka

"Kalau itu pernyataan (penolakan fee 10 persen untuk NTT) dari presiden, baru gubernur NTT nyambung," ujar Viktor.

"Kewenangan itu pada pemerintah pusat. Kalau presiden jawab baru kita melihat," kata Viktor.

Sebelumnya, Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut, pihaknya akan mendapat jatah 5 persen dari keuntungan pengelolaan blok minyak dan gas (migas) Masela.

"Presiden sudah putuskan agar NTT mendapat jatah 5 persen dan Maluku, 5 persen dari keuntungan blok Masela. Itu berarti NTT dapat jatah 2,5 miliar dollar Amerika Serikat ," ungkap Viktor kepada Kompas.com di Kupang, Kamis (24/10/2019).

Baca juga: Soal Blok Masela, Presiden Minta Daerah Setempat Siapkan Lahan dan SDM

Menurut Viktor, dengan nominal sebesar itu, artinya NTT akan menerima puluhan triliun rupiah.

Dengan dana sebesar itu, lanjut Viktor, pihaknya akan fokus menggunakannya untuk listrik, air dan pemberdayaan masyarakat.

"Tapi sebelumnya kita akan duduk untuk rencanakan kira-kira uang sebanyak itu digunakan untuk apa," ujar Viktor.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

Regional
Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Regional
Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Regional
Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Regional
Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Regional
Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Regional
Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Regional
Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Regional
2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

Regional
Iseng 'Booking' Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Iseng "Booking" Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Regional
Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Regional
3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X