Kompas.com - 30/11/2019, 07:50 WIB
Seorang warga menunjukkan retakan pada lantai bangunan rumah yang terancam ambruk di Kampung Babakansirna, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (28/11/2019), KOMPAS.COM/BUDIYANTOSeorang warga menunjukkan retakan pada lantai bangunan rumah yang terancam ambruk di Kampung Babakansirna, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (28/11/2019),

SUKABUMI, KOMPAS.com - Jumlah rumah rusak dampak tanah bergerak di Kampung Babakansirna, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat, terus bertambah. 

Letak permukiman yang dihuni mayoritas penyintas tanah bergerak tahun 1987 (sebelumnya ditulis 1984) ini berada di daerah kemiringan dengan lereng terjal. 

Jumlahnya sebanyak 47 unit dengan 57 kepala keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa.

Hingga Jumat (29/11/2019) terdata sebanyak 22 unit rumah mengalami retak-retak pada dinding dan lantai. Meningkat dari sebelumnya 15 unit rumah. Selain itu, bangunan masjid dan madrasah juga terdampak tanah retak.

"Sampai hari ini terdata sebanyak 22 rumah yang mengalami retak-retak. Lima rumah di antaranya berada di lokasi paling bawah dan sudah disepakati akan direlokasi," kata Ketua RT 03 RW 06, Ahmad Rosandi (37), kepada Kompas.com di rumahnya, Jumat (29/11/2019).

Dia menuturkan, selain ada tambahan rumah rusak, juga ada retakan baru di sekitar permukiman. Retakannya sepanjang 2 hingga 5 meter dengan lebar sekitar 5 hingga 10 centimeter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Baca juga: 15 Rumah Rusak, Ratusan Warga Bantargadung Sukabumi Dihantui Bencana Tanah Bergerak

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lokasi retakan baru berjarak sekitar 10 meter dari retakan yang lama. Retakan lama sudah kembali tertimbun tanah. 

Meski sudah tertimbun tanah, retakannya kembali terbuka. Padahal sejak memasuki musim hujan, di kampung ini belum pernah hujan turun dengan deras. 

"Ada dua lokasi retakan yang baru ditemukan. Ada yang dekat dengan retakan yang lama, dan ada yang di atasnya," ujar dia.

Maman (55), seorang warga yang mendampingi Kompas.com di lokasi tanah bergerak mengatakan, retakan baru ini mulai terlihat pada Kamis (28/11/2019) siang.

"Tadi Pak RT dan beberapa warga jam sembilan masih di lokasi ini. Terus masih banyak warga yang mau ke MCK, umum belum melihat ada retakan yang baru. Sepertinya retakan terjadi antara pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB.

Menurut dia, dengan adanya retakan baru di permukiman, warga kian waswas dan khawatir. Ditambah lagi beberapa rumah dilaporkan retak. 

"Ini saja belum hujan turun deras di sini, warga sudah waswas. Setiap harinya yang diobrolin warga ya bagaimana nasib kampung ini. Kami sih berharap ada tim ahli yang cepat datang ke sini untuk meneliti," ujar dia.

Tanah ambles membentuk jurang

Rosandi menjelaskan, sebenarnya bencana tanah bergerak ini sudah terjadi sejak 2017. Saat itu, bencana itu menyebabkan satu rumah rusak dan lahan persawahan seluas sekitar satu hektar tergerus hingga ambles.

Pasca-bencana itu, lahan persawahan sudah tidak dapat digunakan kembali karena kontur tanah yang berantakan, ada yang ambles sekitar tiga meter, ada juga yang terangkat. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.