Kedinginan Dikepung Banjir, Keluarga di Rokan Hulu Ini Dievakuasi

Kompas.com - 29/11/2019, 15:16 WIB
Satu keluarga korban banjir yang sudah kedinginan dievakuasi dari rumahnya di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul, Riau, Jumat (29/11/2019). KOMPAS.COM/IDONSatu keluarga korban banjir yang sudah kedinginan dievakuasi dari rumahnya di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul, Riau, Jumat (29/11/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Satu keluarga korban banjir di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, meminta dievakuasi karena sudah kedinginan, Jumat (29/11/2019).

Satu keluarga yang dievakuasi terdiri dari sembilan orang. Ada orangtua, anak-anak dan juga bayi. 

Rumah panggung setinggi tiga meter tempat tinggal mereka sudah dimasuki air.


"Kami di sini sudah enam hari kebanjiran. Tapi, air masuk rumah mulai sejak tadi pagi," kata Sabarhati Laia (32), selaku kepala keluarga, saat diwawancarai Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Sudah 6 Hari, Banjir di Satu Kecamatan di Rokan Hulu Tak Kunjung Surut 

Dia mengatakan, ketinggian air di rumahnya mencapai tiga meter lebih. Sehingga, banjir membuat Sabar dan keluarganya tak bisa keluar rumah untuk bekerja. 

Akibat banjir itu, sebut Sabar, semua pakaian yang mau dipakai menjadi basah, termasuk yang sedang dikenakan.

Karena sudah kedinginan, Sabar dan keluarganya bingung mau ke mana. 

"Rencananya mau ngungsi ke rumah saudara, tapi jauh. Bingung mau ke mana. Barang-barang banyak yang mau dibawa, sedangkan mobil tidak ada. Kami semuanya sudah kedinginan karena banjir," ujar Sabar.

Karena tak dapat akal untuk membawa istri, anak dan barang-barang di dalam rumah, Sabar mencoba meminta tolong ke warga yang sedang melintas di jalan.

Setelah itu, warga melaporkan ke Kantor Camat Bonai Darussalam untuk mengevakuasi korban.

Petugas kecamatan tiba di lokasi. Sabar dan keluarganya dijemput ke rumahnya dengan menggunakan perahu BPBD, yang memang disediakan untuk penanganan korban banjir. 

Karena tidak ada mobil khusus untuk evakuasi korban banjir, petugas kecamatan dan warga berinisiatif untuk menyetop mobil yang sedang melintas.

Setelah itu, satu keluarga korban banjir dievakuasi ke posko pengungsian.

"Kami bersyukur sekali dibantu pihak kecamatan dan warga lainnya. Kalau tidak pakai apa kami barang-barang ini. Belum lagi keluarga banyak," ucap Sabar.

Diberitakan sebelumnya, setelah banjir surut di kawasan Kota Pasir Pengaraian, kini banjir terjadi di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. 

Baca juga: Dampak Banjir dan Tanah Longsor di Solok Selatan, 2 Kecamatan Masih Terisolasi

Banjir di Bonai Darussalam, kini terus meluas hingga merendam ribuan rumah warga.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, banjir di Bonai Darussalam merendam lima desa.

Berikut data warga di lima desa yang terdampak banjir.

Desa Sontang 526 KK, Desa Kasang Mungkal 140 KK, Desa Teluk Sono 145 KK, Desa Kasang Padang 60 KK dan Desa Bonai 1,009 KK. Jika dijumlahkan, totalnya 1,880 KK.

Selain rumah warga, sebut Sunarto, banjir juga melanda sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah, rumah ibadah, posyandu hingga ruas jalan lintas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Regional
Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Regional
TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X